Robinsar Tegaskan Jabatan RT/RW Bukan Sekadar Mengejar Honor, yang Tak Mau Bekerja Dipersilakan Mundur

6

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Persoalan kenaikan honorarium Ketua RT dan RW di Kota Cilegon mendapat respons tegas dari Wali Kota Robinsar. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab pengurus lingkungan tidak boleh berhenti hanya karena besaran honor yang diterima belum mengalami perubahan.

Bahkan, Robinsar mempersilakan Ketua RT maupun RW yang merasa keberatan dengan honorarium saat ini untuk mengundurkan diri apabila hal tersebut membuat mereka enggan menjalankan tugas.

Menurutnya, menjadi pengurus lingkungan bukan semata-mata soal mendapatkan honor, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, pelayanan terhadap warga harus tetap berjalan tanpa harus menunggu kenaikan honorarium.

“Kalau ada RT/RW yang memang karena belum ada kenaikan ini dia tidak bekerja, dia tidak turun ke masyarakat, tidak membantu tugas-tugas kita, dan merasa keberatan dengan honor yang diterima hari ini, saya rasa tidak ada salahnya juga kalau RT/RW untuk bisa mengundurkan diri saja,” tegas Robinsar.

Pernyataan tersebut disampaikan Robinsar saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon, Jumat (6/11/2026).

Saat ini, honorarium Ketua RT dan RW disebut sebesar Rp1 juta. Namun, rencana kenaikan yang dinantikan para pengurus lingkungan belum terealisasi.

Robinsar menegaskan, pemerintah membutuhkan pengurus RT/RW yang benar-benar bersedia bekerja, turun langsung ke tengah masyarakat, serta membantu menjalankan tugas-tugas pemerintahan di tingkat lingkungan.

Jika ada yang memilih mundur, pemerintah daerah dapat mencari pengganti yang dinilai memiliki kemauan untuk mengabdi dan menjalankan fungsi pelayanan kepada warga.

Pernyataan ini menempatkan persoalan honorarium dan tanggung jawab pengurus lingkungan sebagai dua hal yang perlu diperhatikan. Di satu sisi, RT/RW dituntut tetap memberikan pelayanan. Di sisi lain, kepastian mengenai rencana kenaikan honorarium juga masih menjadi perhatian para pengurus lingkungan.