Angkot mogok, Dishub Cilegon Dipenuhi Sopir dan Kenek

863
IMG_20131017_105824
Tampak Serius, Perwakilan Sopir Angkot dan Petugas Dishub

Cilegon, – Aksi mogok yang dilakukan oleh para sopir dan kenek Angkutan Kota (Angkot) Cilegon-Anyer yang dimulai dari pintu kawasan industri Krakatau steel hingga konvoi sampai di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Kamis 17 Oktober 2013. Mereka ingin tuntutan mereka yang telah dua bulan tidak ditanggapi Dishub, perihal trayek bukan dari Cilegon yang memasuki wilayah Cilegon agar segera ditindak lebih serius.

Dari pantauan bidikbanten.com dengan kawalan pihak kepolisian, sopir angkot berkumpul di halaman parkir depan Kantor Dishub, hanya perwakilan sopir angkot yang diterima masuk ke kantor Dishub oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cilegon Dana Sujaksani dan Plt Kepala Bidang Perhubungan Darat Aan Ansori.

Dari pertemuan antara perwakilan sopir angkot dan petugas Dishub, perwakilan sopir angkot memberikan beberapa tuntutan kepada Dishub yang harus dipenuhi, yaitu menindak trayek dari luar Cilegon yang memasuki wilayah Cilegon dan menunda peremajaan angkot, karena jumlahnya banyak dan penumpangnya sedikit, sehingga kesejahteraan mereka semakin berkurang.

“Sejak bertambahnya trayek bukan dari Cilegon pendapatan kami semakin berkurang,” kata Aziz ketua paguyuban angkot Anyer-Cilegon

IMG_20131017_104553
Pertemuan Perwakilan Sopir Angkot Dan Petugas Dishub

Dengan adanya tuntutan dan aksi mogok sopir angkot, membuat Dinas Perhubungan bertindak dan langsung memberikan solusi atas beberapa poin tuntutan sopir angkot tersebut yaitu, membuat pos untuk menindak trayek luar Cilegon yang membandel kemudian mengehentikan peremajaan angkot. ” kita akan menunda peremajaaan angkot, tidak ada lagi penambahan angkot di Cilegon karena sudah banyak, untuk angkot di Cilegon saat ini ada 1.270 unit dan untuk jumlah angkot jurusan Anyer-Cilegon 600 unit.,” terang Dana.

Ditambahkan Kepala Dishub Cilegon Dana Sujaksana mengatakan, “semua permintaan sopir angkot akan kita penuhi dan akan kita koordinasikan ke Kabupaten Serang dan Provinsi Banten,” katanya.

Ditempat yang sama, Sekjen Organda Kota Cilegon Muhtadi mengatakan, harus ada tindakan dan kinerja yang tegas baik dari Dishub atau polisi, “dan kami mendukung penuh para sopir angkot,”(Ervan Yuhenda/BBO)