SERANG | BIDIKBANTEN.COM – Berdampingan dengan pembangkit listrik raksasa tak serta-merta membuat warga sekitar merasakan kesejahteraan. Warga Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, mengeluhkan sulitnya akses pekerjaan dan manfaat program lingkungan PT PLN Indonesia Power UBP Banten unit 1-7 Suralaya yang dinilai belum sesuai harapan.
Keluhan tersebut disampaikan melalui Pemerintah Desa Salira. Warga berharap perusahaan memberikan peluang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pembangkit.
“Warga kami mengeluh soal kerja. Harapannya ada prioritas buat anak-anak Salira bisa kerja di dalam, tapi kenyataannya sulit sekali tembus,” ujar Kepala Desa Salira, Haji Sanudin pada Jum’at, (23/10/2026).
Selain persoalan pekerjaan, sejumlah warga juga menyoroti manfaat bantuan lingkungan yang dinilai masih terbatas.
“Warga bilang, dana lingkungannya cuma berobat biasa tiap minggu. Paling kalau ada momen besar baru ada santunan yatim. Selebihnya tidak ada,” lanjutnya.
Keluhan tersebut menjadi pertanyaan mengenai sejauh mana program perusahaan telah menjawab kebutuhan masyarakat di desa penyangga, termasuk dalam hal pemberdayaan ekonomi dan persoalan lingkungan.
Di sisi lain, perusahaan sebelumnya pernah menjalankan program untuk masyarakat Salira, di antaranya bantuan paving block pada 2024 dan pengembangan wisata Tepian Salira Biru. Namun, efektivitas dan jangkauan manfaat program tersebut masih perlu dilihat dari kebutuhan serta kondisi warga saat ini.
Secara hukum, Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengatur tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi perseroan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam. Ketentuannya dijabarkan lebih lanjut dalam PP Nomor 47 Tahun 2012.
Warga berharap keberadaan PLTU Suralaya tidak hanya memberikan manfaat bagi pasokan listrik, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi PT PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya terkait keluhan tersebut belum tercantum. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak perusahaan.





















