SIAGA Disporapar Cilegon Diluncurkan, Jangan Berhenti Jadi Dashboard

4

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Digitalisasi birokrasi tidak boleh berhenti pada lahirnya sebuah aplikasi. Sebab, secanggih apa pun sistem yang dibangun, nilainya tetap bergantung pada satu hal: apakah data yang dikumpulkan benar-benar dipakai untuk mengendalikan pekerjaan dan memperbaiki kinerja.

Tantangan itulah yang kini melekat pada inovasi SIAGA DISPORAPAR milik Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon.

SIAGA DISPORAPAR atau Sistem Informasi, Agenda dan Gudang Data Dispora dirancang untuk mengintegrasikan agenda kegiatan, informasi dan data organisasi dalam satu dashboard.

Inovasi yang dikembangkan Sekretaris Disporapar Kota Cilegon, Rina Fatwa Aulia, tersebut menjadi bagian dari langkah digitalisasi tata kelola internal.

Konsepnya cukup jelas. Data tidak lagi tercecer di berbagai dokumen, sementara agenda dan informasi kegiatan dapat dipantau melalui satu sistem.

Tetapi di sinilah pertanyaan pentingnya: apakah SIAGA hanya menjadi tempat menyimpan data, atau benar-benar menjadi alat untuk mengawasi kinerja?

Sebab, digitalisasi bukan sekadar mengganti map dan kertas dengan layar komputer.

Kalau data hanya dikumpulkan, tetapi tidak diperbarui, tidak dianalisis dan tidak menjadi dasar evaluasi, maka sistem tersebut pada akhirnya hanya berubah menjadi gudang arsip digital.

Rina mengatakan SIAGA DISPORAPAR memang dirancang bukan hanya sebagai tempat penyimpanan dokumen. Sistem tersebut diarahkan untuk mendukung monitoring, evaluasi serta pengambilan keputusan berbasis data.

“Inovasi ini kami desain untuk menjawab kebutuhan internal, khususnya dalam pengelolaan informasi, agenda, dan data. Kami ingin seluruh informasi penting tersaji dalam satu dashboard sehingga memudahkan pemantauan oleh pimpinan maupun jajaran,” ujar Rina.

Pernyataan tersebut justru membuka ekspektasi yang lebih besar.

Jika benar digunakan sebagai instrumen pengambilan keputusan, maka SIAGA seharusnya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana tetapi penting: program mana yang sudah berjalan, mana yang tertunda, apa penyebabnya, siapa yang bertanggung jawab dan apa tindak lanjutnya?

Di situlah ukuran keberhasilan sebuah sistem informasi pemerintah seharusnya ditempatkan.

Bukan pada seberapa menarik tampilannya, melainkan pada seberapa jauh sistem tersebut mampu membuat pekerjaan birokrasi lebih terukur dan keputusan pimpinan lebih berbasis fakta.

Terlebih Disporapar menangani sektor yang memiliki banyak aktivitas, mulai dari kepemudaan, olahraga hingga pariwisata. Agenda kegiatan dan program yang cukup dinamis membutuhkan data yang tidak hanya lengkap, tetapi juga aktual dan dapat dipercaya.

Karena itu, pengkinian data secara berkala menjadi bagian penting dari keberlangsungan SIAGA.

Tanpa disiplin memperbarui data, dashboard bisa saja terlihat lengkap tetapi sesungguhnya menggambarkan kondisi masa lalu.

Dan kalau itu terjadi, digitalisasi justru berisiko menciptakan ilusi bahwa birokrasi sudah modern, padahal cara kerjanya masih sama.

Rina menegaskan, digitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih cepat, tertib dan akuntabel.

“Ini bukan sekadar aplikasi, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja berbasis data demi meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” katanya.

Pernyataan tersebut patut diapresiasi, tetapi juga layak diuji dalam pelaksanaannya.

Sebab, masyarakat pada akhirnya tidak membutuhkan sekadar aplikasi baru. Masyarakat membutuhkan kinerja pemerintah yang lebih cepat, program yang tepat sasaran dan pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Maka pekerjaan berikutnya bukan hanya memastikan SIAGA tetap hidup dan datanya terus terisi.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan data tersebut benar-benar berbicara dalam setiap evaluasi dan keputusan.

Jika mampu sampai ke tahap itu, SIAGA bisa menjadi lebih dari sekadar inovasi administratif.

Ia dapat menjadi alat kendali organisasi yang membantu Disporapar mengetahui apa yang sudah dikerjakan, apa yang belum selesai dan apa yang harus segera diperbaiki.

Namun jika berhenti pada dashboard, maka SIAGA hanya akan menjadi satu lagi aplikasi yang terlihat modern di layar, tetapi belum tentu mengubah cara birokrasi bekerja.

Bidik Banten – Mengawal Informasi, Menguji Fakta.