CILEGON, BIDIK BANTEN – Pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Cilegon dinilai harus mempertimbangkan lebih dari sekadar pengalaman birokrasi. Sosok yang terpilih juga dituntut memahami anggaran, mampu memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta memiliki rekam jejak yang bersih.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Fauzi Desviandy, menjelang tahapan seleksi Sekda definitif.
Menurut Fauzi, kemampuan memahami APBD menjadi salah satu faktor penting karena Sekda nantinya berperan sebagai Ketua TAPD. Terlebih, Cilegon saat ini menghadapi tantangan fiskal dan kebutuhan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Yang membedakan satu dan lainnya adalah bagaimana kemampuan dia dalam memahami soal anggaran,” ujar Fauzi, Jumat (7/8/2026).
Selain memahami anggaran, calon Sekda juga dinilai harus mampu membaca dampak program pemerintah pusat terhadap daerah serta mendorong inovasi peningkatan PAD.
Fauzi mencontohkan pembahasan target BPHTB sekitar Rp200 miliar pada 2027 yang menurutnya perlu dikaji berdasarkan kemampuan realisasi dan prognosis pendapatan daerah.
Tak kalah penting, Fauzi meminta Sekda terpilih memiliki prinsip clean and clear serta mampu menjadi teladan bagi ASN.
“Clean and Clear perlu. Tidak ada catatan rekam jejak yang negatif. Karena memang figur yang dibutuhkan adalah yang mencerminkan seorang pemimpin,” tegasnya.
Menurut Fauzi, Sekda Cilegon ke depan harus mampu menggabungkan kemampuan birokrasi, penguasaan anggaran, pemahaman ekonomi daerah, dan integritas dalam menjalankan roda pemerintahan.
























