CILEGON | BIDIK BANTEN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengeluarkan imbauan khusus kepada seluruh peserta didik menyusul dampak abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, meminta para siswa dan orang tua meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kesehatan di tengah paparan debu vulkanik.
Dindikbud mengimbau peserta didik untuk sementara menghindari aktivitas di luar sekolah yang tidak mendesak, seperti bermain, berkumpul, maupun berwisata. Imbauan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik yang dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
Meski terdapat imbauan pembatasan aktivitas di luar rumah, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara luring atau tatap muka. Pelaksanaan pembelajaran diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta mengikuti arahan dan informasi dari pihak berwenang.
Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta didik yang memiliki riwayat asma, bronkitis, alergi, maupun gangguan pernapasan lainnya. Orang tua atau wali murid diminta lebih aktif memantau kondisi kesehatan anak ketika berada di rumah.
Apabila anak mengalami keluhan kesehatan, orang tua diminta segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar kondisi tersebut dapat ditangani dengan tepat.
Dindikbud juga meminta seluruh siswa langsung pulang ke rumah setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Siswa diimbau tidak singgah maupun melakukan aktivitas lain di luar rumah dan sekolah.
Sebagai langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik, siswa diwajibkan menggunakan masker dengan benar, terutama ketika berada di luar ruang kelas, seperti saat menuju kantin, beraktivitas di lingkungan sekolah, maupun selama perjalanan pulang.
Dindikbud Kota Cilegon mengajak sekolah, orang tua, peserta didik, dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan dan keselamatan anak selama aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat.
“Jaga kesehatan anak-anak kita. Bersama, kita bisa melewati ini dengan baik,” tuturnya.




















