Paguyuban Budak Banten Bangun Musholla Assalamah di Desa Sukabares, Kini Masuki Tahap Finishing

6

SERANG | BIDIKBANTEN.COM – Paguyuban Budak Banten tengah membangun sarana ibadah berupa Musholla Assalamah yang berlokasi di Cigarieung, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten.

Pembangunan musholla tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, khususnya warga Kampung Sukabares yang turut berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Ketua Umum Paguyuban Budak Banten, Sihabudin, saat ditemui di lokasi pembangunan tampak bersama Kang Deni Setiawan, salah satu jajaran pengurus DPP Paguyuban Budak Banten.

Sihabudin menjelaskan, pembangunan Musholla Assalamah merupakan bentuk kepedulian sosial dan keagamaan Paguyuban Budak Banten terhadap kebutuhan sarana ibadah masyarakat.

Menurutnya, proses pembangunan dapat berjalan dengan baik berkat dukungan swadaya keluarga besar Paguyuban Budak Banten serta bantuan dari berbagai pihak yang turut menyisihkan sebagian rezekinya melalui infak dan sedekah.

“Alhamdulillah, pembangunan musholla ini dapat berjalan lancar berkat kebersamaan, dukungan keluarga besar Paguyuban Budak Banten, masyarakat sekitar, serta para donatur yang telah menginfakkan sebagian rezekinya,” ungkapnya.

Saat ini, pembangunan Musholla Assalamah telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.

Sihabudin berharap proses pembangunan dapat segera rampung sehingga musholla tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beribadah, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik melalui tenaga, materi, maupun doa.

“Kami memohon doa dari semua pihak agar pembangunan Musholla Assalamah ini berjalan lancar hingga selesai. Semoga keberadaan musholla ini membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat, membantu, serta turut mendoakannya,” tuturnya.

Pembangunan Musholla Assalamah diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas ibadah, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan antara organisasi dengan masyarakat. (Ans)