Minim Pendaftar, PDM Cilegon Pertanyakan Kepercayaan Publik Terhadap Baznas

4

CILEGON, BIDIK BANTEN – Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon minim pendaftar. Dari target minimal 15 calon, hingga 2 November baru 6 orang yang mendaftar. Kondisi ini membuat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon mempertanyakan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola dana umat tersebut.

Pendaftaran seleksi sendiri telah dibuka oleh Panitia Seleksi Calon Pimpinan Baznas Kota Cilegon sejak 22 Oktober lalu dan akan berakhir pada 11 November mendatang. Minimnya jumlah pendaftar diungkapkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Cilegon Rahmatullah.

“Baru enam, sampai tanggal 11 November ditutup pengumuman terakhir. Masih ada waktu, mudah-mudahan pada waktunya sesuai target, banyak yang daftar,” katanya, Senin (2/11/2026). Ia menyebut sosialisasi terus dilakukan mulai dari pemasangan spanduk hingga roadshow, karena Baznas membutuhkan sosok yang memiliki integritas dan amanah sebagai pengelola dana umat.

Menanggapi hal itu, Sekretaris PDM Kota Cilegon Mohamad Tahyar menyatakan prihatin. Menurutnya, Baznas adalah lembaga strategis pengelola dana umat, sehingga sepinya peminat menjadi sinyal yang harus dievaluasi secara serius.

“Baznas adalah lembaga strategis pengelola dana umat. Jika minim peminat, patut dipertanyakan sosialisasinya, persyaratannya, dan kepercayaannya di mata publik,” tegas Tahyar dalam siaran pers resmi PDM Kota Cilegon, Senin (3/11/2026).

PDM mendesak panitia seleksi untuk memperpanjang masa pendaftaran hingga dua minggu ke depan serta membuka sosialisasi lebih luas ke ormas-ormas keagamaan, termasuk Muhammadiyah, NU, MUI, dan kampus, agar informasi menjangkau calon-calon potensial yang kompeten.

Sebagai bentuk tanggung jawab fastabiqul khairat, PDM Cilegon menyatakan siap mengusulkan kader terbaik. Muhammadiyah memiliki banyak kader yang kompeten di bidang syariah, ekonomi, manajemen zakat, dan akuntan publik yang siap didorong untuk mendaftar.

PDM juga menekankan agar proses seleksi tidak hanya menjadi formalitas. “Jangan sampai seleksi hanya jadi formalitas. Baznas butuh figur amanah, profesional, mengerti fiqih zakat, dan bebas konflik kepentingan. Zakat adalah pilar keadilan sosial, pimpinannya harus dari orang-orang terbaik yang dipercaya umat,” tutupnya.