Cilegon Juare? Di Kota Industri Ini Masih Ada Ibu Gendong Anak 5 Tahun Mengemis, Husen Saidan Siap Modalin Usaha

38

IMG 20260628 WA0012

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Cilegon Juare? Di Kota Industri Ini Masih Ada Ibu Gendong Anak 5 Tahun Mengemis, Husen Saidan: “Kalau Pemerintah Belum Bisa, Saya Siap Bantu”

Di balik megahnya kawasan industri dan slogan “Cilegon Juare”, masih tersimpan potret pilu yang membuat siapa pun mengelus dada.

Malam itu, di kawasan Jombang, Kota Cilegon, Ketua LSM Gapura Banten Husen Saidan menghentikan langkahnya setelah melihat seorang ibu menggendong anak perempuan berusia sekitar lima tahun sambil mengemis di pinggir jalan.

Perempuan tersebut kemudian diketahui bernama Sarma. Dalam percakapan yang terekam video, Sarma mengaku merupakan warga Lingkungan Ketileng, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.
Dengan suara lirih, Sarma menceritakan kehidupannya.

Setiap hari, ia mengaku turun ke jalan demi mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Hasilnya pun tidak menentu. Kadang hanya memperoleh sekitar Rp60 ribu, sementara jika sedang ramai bisa mencapai Rp100 ribu dalam sehari.

Namun yang membuat Husen terdiam bukan hanya karena melihat seorang ibu mengemis sambil menggendong anak kecil.
Sarma juga mengaku selama ini belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. Menurut pengakuannya, kebutuhan hidup keluarganya hanya bergantung pada uang hasil mengemis.

Mendengar cerita itu, Husen spontan meminta Sarma menghitung hasil mengemis yang diperolehnya hari itu.

“Udah, saya ganti hasil ngemisnya. Pulang aja. Jangan muter lagi,” ujar Husen, Minggu (28/6/2026).

Tak berhenti di situ, Husen mengajak Sarma dan anaknya makan terlebih dahulu sebelum pulang. Baginya, seorang anak berusia lima tahun seharusnya menikmati masa bermain, bukan ikut berkeliling jalan menyaksikan kerasnya kehidupan.

Tak Sekadar Memberi Uang, Husen Tawarkan Jalan Keluar
Berbeda dengan kebanyakan orang yang hanya memberi uang receh kepada pengemis, Husen memilih menawarkan solusi jangka panjang.
Ia mengaku siap memberikan modal usaha, membantu mencarikan tempat tinggal yang lebih layak, bahkan mendampingi keluarga Sarma agar bisa memiliki pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik.

“Saya modalin usaha. Tapi janji jangan ngemis lagi. Besok suruh suaminya telepon saya. Kalau memang serius mau berubah, saya siap bantu,” tegas Husen.

Menurut Husen, kemiskinan tidak boleh diwariskan kepada anak-anak. Kesempatan untuk hidup lebih baik harus dibuka apabila ada kemauan untuk berubah.

Tamparan untuk Kota Industri
Peristiwa ini menjadi ironi tersendiri.
Kota Cilegon dikenal sebagai Kota Industri, rumah bagi berbagai perusahaan besar yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Namun di balik megahnya kawasan industri dan geliat investasi, masih ada warga yang mengaku bertahan hidup dengan mengemis sambil menggendong anak kecil.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi atau berdirinya pabrik-pabrik raksasa, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat kecil dapat merasakan manfaat pembangunan.

Slogan “Cilegon Juare” tentu diharapkan bukan hanya menjadi semboyan, tetapi juga tercermin dalam keberpihakan kepada masyarakat yang hidup dalam kemiskinan.

Harapan untuk Pemerintahan Robinsar
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Cilegon Robinsar, yang baru menjabat sekitar setahun lebih, masyarakat tentu berharap berbagai persoalan sosial dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

Pengakuan Sarma yang menyatakan belum pernah menerima bantuan sosial diharapkan menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan pendataan dan verifikasi sehingga apabila benar terdapat warga yang belum tersentuh program bantuan, langkah penanganan dapat segera dilakukan.

Husen juga berharap Dinas Sosial Kota Cilegon bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan segera turun melakukan asesmen terhadap kondisi keluarga Sarma.

“Kalau pemerintah belum bisa mengurus, saya siap bantu semampu saya. Yang penting mereka mau berubah dan tidak mengemis lagi,” ujar Husen.

Video tersebut kini ramai beredar di media sosial dan menuai beragam tanggapan masyarakat. Banyak yang mengapresiasi langkah Husen karena tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga menawarkan solusi berupa modal usaha, pendampingan, hingga tempat tinggal.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada Pemerintah Kota Cilegon, khususnya Dinas Sosial Kota Cilegon, terkait pengakuan Sarma yang menyatakan belum pernah menerima bantuan sosial serta langkah pembinaan terhadap keluarga tersebut.

 

 

Disclaimer: Berita ini disusun berdasarkan dokumentasi video wawancara langsung. Seluruh keterangan mengenai kondisi ekonomi, domisili, dan status bantuan sosial merupakan pengakuan narasumber yang masih memerlukan verifikasi dari instansi pemerintah terkait.