CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Di tengah derasnya arus modernisasi kota industri, satu suara lantang muncul dari dunia pendidikan keagamaan. Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Cilegon tak mau generasi muda kehilangan arah.
Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-14 FKDT dijadikan panggung untuk mendorong kebijakan strategis: wajib diniyah bagi anak-anak di Kota Cilegon.
Ketua FKDT Cilegon, Ahmad Jajuli, menegaskan bahwa pendidikan diniyah bukan pelengkap, tapi fondasi karakter.
“Harapannya, Pemerintah Kota Cilegon bisa menerapkan wajib diniyah. Bahkan kalau bisa, Perda Diniyah segera diberlakukan,” tegasnya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, di tengah geliat industri dan tekanan globalisasi, anak-anak Cilegon butuh “pegangan” yang kuat—bukan cuma pintar secara akademik, tapi juga matang secara akhlak.
FKDT sendiri selama ini menjadi garda pengawal keberlangsungan Madrasah Diniyah Takmiliyah, dari level bawah sampai nasional. Di Cilegon, perkembangannya disebut makin menggeliat.
Kurikulum pun terus diperkuat, termasuk pengajaran kitab klasik seperti:
Jurumiyah
Matan Bina
Safinatun Najah
Bukan cuma teori. Prestasi juga ikut bicara.
Dalam tiga tahun terakhir, Cilegon konsisten jadi juara umum di ajang Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (PORSADIN) tingkat Provinsi Banten. Bahkan di level nasional, kontribusinya terus terasa.
“Alhamdulillah, madrasah diniyah di Cilegon terus berkembang seiring pertumbuhan kota industri,” tambahnya.
Di sisi lain, FKDT juga menyoroti pentingnya peran Dinas Pendidikan dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan sejak dini. Salah satu yang didorong adalah agar dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, dapat mempertimbangkan kewajiban ijazah diniyah bagi calon siswa.
Langkah ini dinilai penting agar generasi muda memiliki bekal membaca Al-Qur’an serta akhlak yang baik.
“Jangan sampai Cilegon hanya dikenal sebagai kota santri sebatas slogan. Harus dibuktikan dengan kualitas generasi mudanya,” menjadi penekanan dalam dorongan tersebut.
Ke depan, FKDT sudah menyiapkan agenda besar. PORSADIN tingkat kecamatan hingga kota akan digelar mulai April sampai Oktober 2026. Sementara level nasional direncanakan berlangsung di Solo pada November 2026.
Di usia ke-14 ini, FKDT berharap tidak jalan sendiri. Mereka butuh sinergi nyata dari pemerintah daerah.
Karena kalau bukan sekarang, kapan lagi fondasi moral generasi ini diperkuat?


























