CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Perkembangan koperasi di tingkat masyarakat dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal keberlanjutan usaha dan daya saing.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Sobirin, pengelola Koperasi Konsumen Tani Masigit Sejahtera yang beralamat di Lingkungan Masigit RT 03 RW 08, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Usaha di Koperasi Merah Putih Kelurahan Citangkil.
Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi rakyat, namun masih membutuhkan penguatan yang lebih konkret, khususnya dalam aspek permodalan dan akses pasar.
“Koperasi itu tidak cukup hanya dibentuk dan dibina di awal. Perlu pendampingan berkelanjutan, terutama dalam hal modal dan pemasaran,” ujarnya.
Pendampingan Perlu Lebih Menyentuh Kebutuhan
Sobirin menilai, selama ini pembinaan koperasi sudah berjalan, namun perlu lebih disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Ia mencontohkan, pelatihan usaha yang diberikan akan lebih efektif jika diikuti dengan dukungan distribusi dan akses pasar.
“Pelatihan itu penting, tapi akan lebih maksimal kalau diiringi dengan dukungan usaha yang nyata,” katanya.
Koperasi Aktif Masih Terbatas
Ia juga mengamati bahwa koperasi yang benar-benar aktif dan produktif di masyarakat masih terbatas jumlahnya. Hal ini menjadi catatan penting agar ke depan pembinaan bisa lebih berkelanjutan.
Meski demikian, Sobirin tetap optimistis koperasi bisa berkembang jika mendapatkan dukungan yang tepat.
Dorong Program yang Berdampak Langsung
Sebagai bentuk upaya, pihaknya tengah mengembangkan program pasar murah yang diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Beberapa komoditas yang disiapkan meliputi:
Gas elpiji 3 kg
Beras SPHP dan premium
Minyak goreng
Gula
“Program ini kami rancang agar bisa berjalan berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Perlu Sinergi dalam Distribusi
Sobirin juga menekankan pentingnya sinergi antara koperasi, pemerintah, dan pihak terkait dalam hal distribusi barang, agar ketersediaan dan harga tetap stabil di masyarakat.
Menurutnya, koperasi bisa berperan lebih besar jika diberi ruang dalam rantai distribusi tersebut.
“Koperasi punya potensi untuk ikut memperkuat distribusi, tentu dengan dukungan dan koordinasi yang baik,” tuturnya.
Optimisme ke Depan
Dengan jumlah anggota yang masih berkembang, ia menyebut pihaknya terus melakukan sosialisasi melalui lingkungan RT/RW serta jaringan masyarakat.
Ia berharap ke depan koperasi dapat menjadi wadah ekonomi yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Harapannya koperasi bisa benar-benar hadir sebagai solusi ekonomi masyarakat,” pungkasnya.



























