CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Peringatan Milad ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di Kota Cilegon diisi dengan kegiatan penanaman pohon di kawasan Rawa Arum, Kelurahan Grogol, Jumat (10/4/2026).
Ketua GMNI Cilegon, Andri Arsa, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang diinisiasi DPP GMNI dengan mengusung tema pembangunan ekologis.
Menurutnya, penanaman pohon menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan, sekaligus langkah awal dalam menjaga kelestarian alam.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Harapannya ke depan kondisi lingkungan di Cilegon bisa lebih baik,” ujarnya.
Soroti Isu Pengangguran dan Lingkungan
Selain kegiatan sosial, GMNI Cilegon juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian, di antaranya tingginya angka pengangguran dan kondisi lingkungan.
Andri menyebut, sebagai kota industri, Cilegon diharapkan mampu menekan angka pengangguran. Namun, hingga saat ini persoalan tersebut masih dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, ia juga menyinggung kondisi lingkungan di beberapa wilayah yang dinilai mulai terdampak aktivitas industri.
“Kita berharap semua pihak bisa lebih peduli, baik terhadap penyerapan tenaga kerja maupun menjaga lingkungan,” katanya.
GMNI memastikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ke depan, mereka akan terus melakukan kegiatan dan aksi sebagai bentuk kepedulian serta kontrol sosial.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Patra, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari aksi sosial-ekologis dalam rangka memperingati Milad ke-72 GMNI.
Menurutnya, GMNI tidak ingin hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi juga turun langsung melalui aksi nyata di lapangan.
“Hari ini kita melakukan kegiatan sosial ekologis dengan menanam pohon. Ini bagian dari peringatan 72 tahun GMNI,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan saat ini menjadi alasan utama dipilihnya kegiatan penanaman pohon, mengingat berbagai persoalan seperti hutan gundul hingga banjir yang masih sering terjadi.
“Kita melihat kondisi hari ini, banyak hutan gundul, banjir terjadi di mana-mana. GMNI tidak hanya bicara teori, tapi juga praktik, salah satunya lewat penanaman pohon,” katanya.
Lebih lanjut, Patra berharap pohon-pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Harapannya pohon yang kita tanam bisa memberikan udara yang sejuk, memperkuat tanah, dan menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, khususnya di Cilegon,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, GMNI juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah melalui bantuan bibit pohon.
“Kita bekerja sama dengan pemerintah daerah dan mendapatkan bantuan sekitar 500 bibit pohon untuk ditanam,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini mengusung semangat gotong royong sebagaimana nilai yang terkandung dalam Pasal 33 UUD 1945.
Ketua Gapura Banten, Husen Saidan, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut berpikir secara intelektual, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat.
“Ini langkah baik. Harapannya bisa terus konsisten dan tetap kritis terhadap berbagai persoalan,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Daerah Kota Cilegon, Safrudin, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
Ia menilai aksi penanaman pohon ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjaga lingkungan.
Melalui kegiatan ini, GMNI Cilegon berharap kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial bisa terus ditingkatkan, baik oleh mahasiswa, pemerintah, maupun masyarakat.






























