CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Tidak semua kebaikan lahir dari kemapanan. Di Samangraya, Kota Cilegon, sosok yang dikenal sebagai Kang Menyan justru membuktikan bahwa kepedulian bisa dimulai dari langkah kecil—bahkan sejak masih menjadi pekerja biasa.
Kegiatan santunan rutin “Jum’at Berkah” kembali digelar pada Jumat (3/4/2026) di wilayah RW 03 Samangraya. Dalam suasana sederhana di kediaman warga, acara diisi dengan doa bersama dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun di balik kegiatan yang tampak sederhana ini, tersimpan perjalanan panjang yang tidak banyak diketahui publik.
Kang Menyan diketahui telah memulai kegiatan santunan sejak tahun 2012. Saat itu, ia belum menjadi pengusaha seperti sekarang, melainkan masih bekerja sebagai seorang security di sebuah perusahaan.
Alih-alih menunggu mapan, ia justru memilih untuk mulai berbagi dari apa yang dimiliki.
Seiring waktu, kegiatan tersebut tidak berhenti—justru semakin rutin dilakukan dan berkembang menjadi kebiasaan yang melekat. Jum’at Berkah pun kini menjadi bagian dari aktivitas sosial yang terus dijaga.
“Semoga diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan dalam setiap langkah,” menjadi doa yang terus dipanjatkan dalam setiap kegiatan.
Suasana kegiatan tetap sederhana. Tidak ada seremoni berlebihan, namun terasa hangat. Doa-doa mengalir, dan kebersamaan tampak nyata di antara warga yang hadir.
Warga sekitar pun mengaku kegiatan ini membawa dampak yang langsung dirasakan.
“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini sangat membantu kami. Bukan hanya bantuannya, tapi kepeduliannya itu yang terasa,” ujar salah satu warga RW 03 Samangraya.
Warga lainnya menilai, konsistensi menjadi nilai yang paling membedakan.
“Yang penting itu rutin. Bukan sekali datang lalu hilang. Ini terus ada, makanya kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.
Tak hanya soal bantuan, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang mulai jarang ditemui.
“Sekarang orang sibuk masing-masing. Tapi di sini kami bisa kumpul, doa bareng, itu yang bikin hangat,” tambah warga lainnya.
Lebih dari sekadar santunan, kegiatan ini membawa pesan kuat—bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, dan tidak perlu menunggu waktu yang sempurna.
Dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, dampaknya justru terasa besar.
Di Samangraya, Jum’at Berkah bukan sekadar kegiatan. Tapi sudah menjadi bagian dari denyut kehidupan sosial warga—yang tumbuh dari ketulusan, dan dijaga dengan komitmen.



























