Tak Pernah Absen, Jum’at Berkah Kang Menyan Terus Berjalan dan Makin Dirasakan Warga

6

IMG 20260417 WA0018

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Di tengah banyaknya kegiatan sosial yang datang dan pergi, program santunan “Jum’at Berkah” yang digagas Kang Menyan justru terus bertahan—bahkan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Samangraya, Kota Cilegon.

Seperti pada Jumat (17/4/2026), kegiatan santunan yatim dan dhuafa kembali digelar di wilayah RW 03 Samangraya. Dalam suasana sederhana, warga berkumpul, doa dipanjatkan, lalu bantuan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Namun di balik rutinitas tersebut, ada cerita yang jarang diketahui.

Kang Menyan mengungkapkan, kegiatan berbagi ini sudah ia jalani sejak tahun 2012. Saat itu, ia masih bekerja sebagai security di salah satu perusahaan, bahkan dengan penghasilan yang terbilang terbatas.

“Dulu saya kerja di POSCO, gaji sekitar Rp350 ribu. Tapi tetap saya sisihkan untuk berbagi ke yatim dan fakir miskin,” ungkapnya.

Bagi sebagian orang, angka itu mungkin terasa kecil. Tapi justru dari keterbatasan itulah kebiasaan berbagi itu lahir.

Alih-alih menunggu cukup, Kang Menyan memilih untuk memulai.

Seiring waktu, langkah kecil itu tidak berhenti. Justru berkembang dan menjadi kebiasaan yang terus dijaga hingga kini, bahkan saat dirinya telah beralih menjadi seorang pengusaha.

Yang berubah mungkin kondisi, tapi prinsipnya tetap sama: berbagi.

Di lokasi kegiatan, suasana berlangsung hangat. Tidak ada seremoni besar, namun terasa kebersamaan yang kuat. Doa-doa dipanjatkan agar semua yang terlibat diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan.

Warga pun mengaku kegiatan ini bukan sekadar bantuan biasa.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami. Yang terasa itu bukan hanya bantuannya, tapi kepeduliannya,” ujar salah satu warga.

Warga lainnya menambahkan, yang paling dirasakan adalah konsistensi.

“Setiap Jum’at selalu ada. Itu yang bikin kami merasa diperhatikan,” katanya.

Tak hanya soal bantuan, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan di tengah masyarakat.

“Sekarang orang sibuk masing-masing. Tapi di sini bisa kumpul, doa bareng. Itu yang bikin suasana beda,” ungkap warga lainnya.

Dari langkah kecil sejak bergaji ratusan ribu, hingga kini menjadi pengusaha, Kang Menyan menunjukkan satu hal sederhana—bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya.

Dan di Samangraya, Jum’at Berkah bukan lagi sekadar kegiatan sosial. Tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan warga yang terus berjalan, tanpa putus.