UKM TEATER KAFE IDE UNTIRTA MENUJU AJANG PENTAS NASIONAL

916

11186328_1108477999178819_1691133393_nBidikbanten.com, Serang-Minggu, 26 April 2015. Malam minggu kemarin (25/4) sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Kafe Ide, Unirta gelar pementasan pra Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO), VII di Bandung.  Bertempat di gedung Auditorium, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa UKM Teater Kafe Ide, tampil luar biasa.

UKM Teater Kafe Ide, kini kembali menyajikan lakon dengan judul NYANYINYANYONYA karya dan sutradara Rio Fathurohman. Lakon ini mengangkat permasalahan lokalitas yang ada di Banten, khususnya daerah industri di Kabupaten Serang.  Gambaran para buruh di sebuah pabrik yang “dikekang” dalam sebuah sistem dan kekuasaan para pemimpin/ pejabat pabrik itu sendiri; belum lagi dampak bagi lingkungan, seperti tercemarnya tanah, sungai yang menghitam, polusi udara, dan polusi suara. Itulah pesan yang ingin disampaikan dalam lakon NYANYINYANYONYA.

Ketika ditanyakan tentang konsep pentas tersebut oleh wartawan bidikbanten.com, Rio Fathurrohman menyampaikan, “ada paham bernama ‘ekofeminisme’, di mana perempuan sebagai pemimpin perusahaan punya andil dalam pengrusakan suatu lingkungan. Tapi, kami tidak mengarah pada gender. Yang ingin kami sampaikan adalah mengenai sistem dan kekuasaan di dalam sebuah pabrik, dan imbasnya terhadap lingkungan terlepas dari laki-laki atau perempuan yang lebih berkuasa. Tapi, ‘kekuasaan’ itu sendiri yang berperan terhadap sebuah pengrusakan.” Kata dia.

Sebagai sutradara Rio juga mengajak para aktor dan penata untuk tidak sekadar pentas di panggung, tetapi juga dituntut untuk peka terhadap permasalahan yang diangkat. Hal itulah yang diterapkan selama proses kreatif.

“Ini adalah karya bersama antara sutradara, aktor, dan penata, berdasarkan apa yang kami lihat saat observasi ke salah satu daerah industri. Kemudia kami gali permasalahan sedemikian rupa. Jadilah pementasan ini lebih detail dan dikemas dengan menghadirkan simbol-simbol agar tidak terkesan verbal.” Tambah Rio, ketika ditanyai soal proses kreatif.

Sementara itu, Dinda dan Adam sebagai aktor yang berperan sebagai buruh dan warga, menambahkan: “kami ini merupakan perwakilan dari buruh sekaligus sebagai warga daerah yang tinggal di pemukiman industri, yang mengalami langsung dampaknya. Selain itu kami juga ingin penonton ikut terlibat dan dapat merasakannya.”

Lakon ini nantinya akan dipentaskan diajang Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) VII, di Bandung pada tanggal 2-10 Mei 2015 bersama 14 Komunitas teater kampus lainnya dari seluruh Indonesia, dan UKM Teater Kafe Ide merupakan perwakikan dari Banten. Sebagai, sutradara dan penulis naskah Rio Fathurohman optimis UKM Teater Kafe Ide dapat menampilkan yang terbaik di bulai Mei mendatang.

Reportase: Firda

Editor: RQ