Banjir Rendam Ciwandan hingga Satu Meter, Anggota DPRD Kota Cilegon Datangi Warga dan Salurkan Bingkisan

481

IMG 20260103 WA0091

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Cilegon. Kecamatan Ciwandan menjadi salah satu kawasan terdampak paling serius, dengan genangan air yang masuk ke pemukiman warga, melumpuhkan akses jalan, serta menghambat aktivitas masyarakat. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter dan bertahan selama berjam-jam.

Kondisi tersebut memaksa warga berjibaku menyelamatkan barang-barang rumah tangga, mengamankan anak-anak dan lansia, serta bertahan di tengah ketidakpastian. Jalan lingkungan berubah menjadi aliran air, sementara sebagian akses utama tidak dapat dilalui kendaraan. Aktivitas warga nyaris lumpuh, terutama pada malam hingga pagi hari saat air belum sepenuhnya surut.

Di tengah situasi itu, DPRD Kota Cilegon turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil yang dihadapi masyarakat. Monitoring lapangan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi DPRD Kota Cilegon, Muhammad Saiful Basri, bersama anggota DPRD lainnya, yakni Ibu Haji Novia dan Bapak Haji Sarbudin serta Hafid dari PKetiganya menyusuri wilayah terdampak dan berinteraksi langsung dengan warga.

 

YouTube Thumbnail Berita Terkini Simpel Cokelat 20260103 192619 0000

Selain melakukan peninjauan dan dialog, para anggota DPRD juga menyerahkan bantuan bingkisan kepada warga terdampak banjir. Bantuan tersebut diberikan secara langsung sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap warga yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat banjir. Bingkisan diserahkan kepada sejumlah keluarga yang rumahnya terendam, terutama warga lanjut usia dan keluarga dengan anak kecil.

Sebagai Ketua Komisi, Muhammad Saiful Basri memimpin langsung proses monitoring dan dialog di lapangan. Ia mendengarkan penjelasan warga mengenai titik-titik genangan, aliran air yang tersumbat, serta kondisi drainase yang dinilai tidak lagi mampu menampung debit hujan. Sejumlah warga menyampaikan bahwa banjir di wilayah mereka bukan kejadian baru, melainkan persoalan yang terus berulang setiap musim hujan.

Warga menilai banjir tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan, tetapi juga oleh sistem drainase yang buruk dan tidak terawat. Air hujan kerap tidak mengalir keluar, melainkan menggenang dan meluap ke rumah-rumah warga. Keluhan ini disampaikan langsung kepada para anggota dewan yang hadir di lokasi, bersamaan dengan penyerahan bantuan bingkisan yang sedikit meringankan beban warga.

IMG 20260103 WA0093

Dalam monitoring tersebut, Saiful Basri menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial dan insidental. Ia memandang persoalan banjir sebagai masalah struktural yang harus ditangani secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan kebijakan. Informasi yang disampaikan warga di lapangan, menurutnya, menjadi bahan penting dalam pengambilan keputusan di DPRD.

Kehadiran DPRD di lokasi banjir ini juga menjadi bentuk komitmen lembaga legislatif untuk tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi melihat langsung dampak kebijakan dan kondisi infrastruktur di lapangan. Saiful Basri menempatkan DPRD sebagai penghubung antara aspirasi masyarakat dan mekanisme kebijakan pemerintah daerah.

Selain Saiful Basri, kehadiran Ibu Haji Novia dan Bapak Haji Sarbudin memperkuat pesan bahwa persoalan banjir merupakan perhatian bersama DPRD Kota Cilegon. Keduanya turut mendengar langsung keluhan warga, menyerahkan bantuan, serta menyampaikan empati atas kondisi yang dialami masyarakat terdampak. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa isu banjir menjadi agenda bersama lintas fraksi.

Namun dalam struktur kerja DPRD, peran Ketua Komisi tetap menjadi sentral koordinasi. Saiful Basri memastikan bahwa hasil monitoring lapangan ini tidak berhenti pada kunjungan dan penyerahan bantuan semata, melainkan akan dibawa ke pembahasan resmi di DPRD untuk ditindaklanjuti secara kelembagaan. Aspirasi warga akan dicatat dan dikawal melalui mekanisme yang ada.

Warga berharap penanganan banjir dapat segera dilakukan secara menyeluruh, terutama melalui perbaikan drainase, normalisasi saluran air, serta penataan lingkungan yang lebih terencana. Mereka juga meminta agar persoalan banjir tidak hanya menjadi perhatian saat bencana terjadi, tetapi masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

Saiful Basri menanggapi harapan tersebut dengan menyatakan bahwa DPRD akan mendorong penanganan banjir sebagai isu strategis yang membutuhkan perencanaan jangka panjang. Menurutnya, kebijakan yang efektif harus berangkat dari data lapangan dan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar pendekatan sementara.

IMG 20260103 WA0096

Monitoring lapangan yang disertai penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari peran DPRD dalam memastikan bahwa kehadiran wakil rakyat tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menyentuh langsung kebutuhan warga. Dengan turun langsung ke lapangan, DPRD memperoleh gambaran nyata mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan.

Banjir yang kembali melanda Kecamatan Ciwandan menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan dan infrastruktur masih membutuhkan perhatian serius. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran DPRD Kota Cilegon menunjukkan upaya untuk mendekatkan lembaga legislatif dengan realitas yang dihadapi warga.

Dengan Muhammad Saiful Basri sebagai Ketua Komisi yang memimpin langsung monitoring dan penyerahan bantuan, DPRD tidak hanya hadir untuk melihat, tetapi juga mengawal aspirasi masyarakat agar dapat diterjemahkan menjadi langkah kebijakan yang berkelanjutan. Bagi warga, harapan kini tertuju pada tindak lanjut nyata. Bagi DPRD, banjir ini menjadi ujian sejauh mana kehadiran di lapangan mampu diwujudkan dalam solusi yang konkret dan berjangka panjang.