PANDEGLANG | BIDIKBANTEN.COM – Sarung bukan cuma identitas santri saat mengaji. Di peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Banten, sarung juga menjadi bagian dari kemeriahan jalan santai. Ditambah kegiatan ziarah dan bedah buku, peringatan tahun ini tak hanya diisi seremoni, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan mempererat silaturahmi.
Kegiatan yang dipusatkan di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Ahad (18/10/2026), itu membawa pesan bahwa Hari Santri bukan sekadar agenda tahunan. Ada tradisi yang dirawat, kebersamaan yang diperkuat, dan kepedulian sosial yang perlu terus tumbuh di tengah masyarakat.
Namun, perhatian tak berhenti pada kemeriahan acara tahun ini. Kabupaten Lebak direncanakan menjadi tuan rumah peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Banten pada 2027. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Tangerang pada 2025 dan Pandeglang pada 2026.
Pergiliran lokasi ini diharapkan membuat peringatan Hari Santri semakin dekat dengan masyarakat di berbagai daerah. Bukan hanya menjadi panggung perayaan, tetapi juga kesempatan memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, organisasi keagamaan, pondok pesantren, dan para santri.
Gubernur Banten Andra Soni turut mengapresiasi rangkaian kegiatan HSN 2026. Ia menilai santri memiliki peran penting dalam pembangunan daerah dan berharap Pemerintah Provinsi Banten bisa terlibat langsung dalam penyelenggaraan Hari Santri pada tahun mendatang.
Dukungan terhadap kegiatan tahun ini juga mendapat apresiasi dari pihak penyelenggara yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan peringatan tersebut.
Pada akhirnya, kemeriahan Hari Santri bukan semata soal banyaknya kegiatan atau ramainya peserta. Yang lebih penting, semangat santri tetap hidup di tengah masyarakat. Rencana membawa peringatan ke Lebak pada 2027 pun menjadi kesempatan untuk memperluas keterlibatan warga sekaligus menjaga agar Hari Santri tidak berhenti sebagai perayaan tahunan.
























