Qoidatul Sitta Ajak Warga Cilegon Perbanyak Amal dan Puasa di Hari Arafah

3

IMG 20260525 WA0052

[CILEGON] | BIDIKBANTEN.COM – Menjelang datangnya Hari Arafah dan momentum 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sejumlah tokoh di Kota Cilegon mulai mengajak masyarakat memperbanyak ibadah dan amal saleh. Salah satunya Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kota Cilegon, Qoidatul Sitta.

Melalui unggahan status WhatsApp yang berisi poster edukasi Islami, Qoidatul Sitta mengingatkan masyarakat tentang berbagai amalan utama yang dianjurkan pada Hari Arafah, khususnya bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Dalam poster tersebut dijelaskan bahwa Hari Arafah merupakan hari yang sangat mulia dan menjadi momentum besar untuk memperbanyak doa, zikir, puasa, serta amal saleh lainnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga diajak memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah kondisi kehidupan yang saat ini masih penuh tekanan ekonomi.

“Kadang orang terlalu sibuk mengejar urusan dunia sampai lupa ada hari-hari istimewa yang justru penuh keberkahan. Hari Arafah ini jangan sampai lewat begitu saja,” ujar Qoidatul Sitta dalam pesan yang dibagikannya.

Poster itu memuat sejumlah amalan yang dianjurkan, mulai dari memperbanyak doa dan zikir, bertakbir, bertahlil dan bertahmid, hingga menjalankan puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar.

Berdasarkan hadits riwayat Muslim, puasa Arafah disebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Selain ibadah pribadi, Qoidatul Sitta juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan sosial dan membantu sesama sebagai bagian dari amal saleh yang dicintai Allah SWT.

“Amal baik bukan cuma soal ibadah ritual. Membantu tetangga, menjaga hubungan keluarga, peduli pada orang lain, itu juga bagian dari nilai besar dalam Islam,” katanya.

Momentum Hari Arafah tahun ini pun diharapkan tidak hanya menjadi tren unggahan media sosial atau status semata, tetapi benar-benar menjadi pengingat untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.

Di tengah kehidupan yang makin keras dan penuh tekanan, pesan sederhana tentang doa, puasa dan kepedulian sosial justru terasa semakin relevan bagi masyarakat.