Febrianda Ryendra Resmi Pimpin Kejari Cilegon, Deni Juweni: Publik Menunggu Gebrakan Nyata

99

 

IMG 20260523 WA0089

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Tongkat estafet kepemimpinan di Kejaksaan Negeri Cilegon resmi berganti. Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon kini diemban oleh Febrianda Ryendra yang menggantikan pejabat sebelumnya, Virgaliano Nahan.

Pergantian pimpinan di institusi penegak hukum tersebut langsung menjadi perhatian publik Kota Cilegon. Sosok Febrianda Ryendra dinilai membawa karakter kepemimpinan yang tegas, terbuka, dan dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia kejaksaan.

Ucapan selamat dan apresiasi pun datang dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Deni Juweni selaku Ketua Umum Banten Monitoring Perindustrian dan Perdagangan sekaligus Ketua Dewan Pembina Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu DPC Kota Cilegon.

Menurut Deni Juweni, hadirnya Kajari baru di Kota Cilegon bukan sekadar pergantian jabatan seremonial, tetapi momentum penting yang ditunggu masyarakat untuk menghadirkan gebrakan nyata dalam penegakan hukum.

“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Febrianda Ryendra sebagai Kajari Cilegon yang baru. Publik tentu menunggu langkah nyata dan keberanian dalam penegakan hukum di Kota Cilegon,” ujar Deni, Jumat (8/5/2026).

Deni menilai pernyataan Febrianda Ryendra yang menyebut dirinya sebagai “jaksa petarung jalanan” menjadi sinyal kuat bahwa Kejari Cilegon ke depan diharapkan lebih terbuka, progresif, dan responsif terhadap berbagai persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.

Apalagi, Cilegon dikenal sebagai kota industri strategis dengan dinamika persoalan yang cukup kompleks, mulai dari pembangunan, investasi, hingga dugaan tindak pidana korupsi yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Cilegon ini kota besar dengan perputaran ekonomi yang besar juga. Karena itu masyarakat tentu berharap ada penegakan hukum yang tegas, profesional, dan tidak tebang pilih,” katanya.

Selain itu, Deni juga mengapresiasi sikap terbuka Kajari baru terhadap media dan masyarakat. Menurutnya, pola komunikasi yang terbuka menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Ketika aparat penegak hukum membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan media, itu pertanda baik. Artinya ada semangat membangun transparansi dan pengawasan bersama,” tambahnya.

Meski demikian, Deni mengingatkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan narasi dan pernyataan tegas di awal jabatan, tetapi juga pembuktian nyata melalui kinerja dan keberanian dalam menangani persoalan hukum yang menjadi perhatian publik.

“Publik hari ini sudah cerdas. Yang ditunggu masyarakat bukan hanya kata-kata, tapi keberanian dan tindakan nyata. Kalau ada persoalan hukum yang mandek atau mengendap, masyarakat berharap bisa dituntaskan secara profesional,” tegasnya.

Ia berharap kepemimpinan Febrianda Ryendra mampu membawa Kejari Cilegon semakin berintegritas, humanis, dan dipercaya masyarakat.

“Kami berharap Kejari Cilegon menjadi institusi yang kuat menjaga marwah hukum, mengawal kepentingan rakyat, dan tetap berdiri di atas keadilan,” pungkasnya.