Anggota DPRD Cilegon Buhaeti Romly Ingatkan Pentingnya Perlindungan Anak di Kasus Pulomerak

13

IMG 20260423 WA0001CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Pulomerak menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Anggota DPRD Kota Cilegon dari Partai Amanat Nasional (PAN), Buhaeti Romly, menyampaikan sikap tegas dengan menekankan pentingnya perlindungan anak tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga nilai moral dan keagamaan.

Menurut Buhaeti, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditawar.

“Anak adalah amanah. Ketika mereka menjadi korban, itu bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan ajaran agama,” ujarnya.

Nilai Agama: Jangan Dekati Perbuatan Keji

Dalam pandangannya, ajaran agama telah secara tegas melarang segala bentuk perbuatan keji, termasuk kekerasan seksual.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Menurut Buhaeti, ayat ini bukan hanya larangan, tapi juga peringatan agar masyarakat menjaga diri dan lingkungan dari segala hal yang membuka jalan pada kejahatan tersebut.

Dorong Penegakan Hukum dan Perlindungan Korban

Buhaeti menyatakan dukungannya terhadap aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

Namun ia juga mengingatkan, perhatian tidak boleh berhenti pada pelaku saja.

“Korban harus mendapatkan pendampingan yang layak, baik secara psikologis, medis, maupun sosial. Ini penting agar mereka bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan baik,” tegasnya.

Peran Keluarga dan Lingkungan Jadi Kunci

Lebih lanjut, Buhaeti menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, penguatan nilai agama, pengawasan orang tua, serta kepedulian sosial harus berjalan seiring.

“Kalau lingkungan kita kuat, insyaAllah potensi kejahatan bisa ditekan. Ini tugas bersama, bukan hanya pemerintah,” katanya.

Pesan Moral: Lindungi Anak, Jaga Masa Depan

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih serius dalam menjaga dan melindungi anak-anak.

“Jangan sampai kita menyesal setelah kejadian. Pencegahan harus dimulai dari sekarang,” tutupnya.