Jeritan Orang Tua Murid SDN, Uang Perpisahan Rp350 Ribu Dinilai Memberatkan: “Katanya Sukarela, Tapi Mau Gak Mau Bayar”

125

IMG 20260509 WA0001

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Tradisi acara perpisahan sekolah kembali menuai keluhan dari para orang tua murid. Kali ini, sorotan datang dari salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Cilegon setelah muncul pungutan uang perpisahan yang dinilai memberatkan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang diterima, siswa kelas 1 hingga kelas 5 diminta memberikan sumbangan sebesar Rp50 ribu, sementara khusus siswa kelas 6 yang akan lulus dibebankan biaya hingga Rp350 ribu untuk kegiatan perpisahan.

Sejumlah wali murid mengaku keberatan, terlebih kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih sulit. Namun mereka merasa serba salah lantaran keputusan tersebut disebut merupakan hasil rapat paguyuban orang tua murid.

“Katanya hasil kesepakatan bersama, tapi kenyataannya banyak yang keberatan. Mau nolak juga takut anak jadi malu atau dianggap gak kompak,” ujar salah satu wali murid kepada BIDIKBANTEN.COM, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, acara perpisahan sekolah seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat kecil. Terlebih, kegiatan tersebut dinilai lebih mengedepankan seremoni dibanding kebutuhan pendidikan siswa.

“Sekarang cari uang susah. Kalau memang mau perpisahan ya sederhana saja, jangan sampai orang tua yang penghasilannya pas-pasan jadi kepikiran,” keluhnya.

Keluhan serupa juga muncul terkait adanya sumbangan dari siswa kelas bawah untuk membantu kegiatan kelas 6. Beberapa orang tua mempertanyakan alasan siswa yang belum lulus ikut dibebani biaya kegiatan angkatan lain.

Di sisi lain, praktik seperti ini kerap menjadi polemik karena meskipun disebut sebagai “sumbangan” hasil musyawarah orang tua murid, namun dalam pelaksanaannya sering kali dianggap tidak sepenuhnya sukarela.

Dalam aturan pendidikan, sekolah negeri pada prinsipnya tidak diperbolehkan melakukan pungutan wajib yang memberatkan peserta didik. Sumbangan hanya diperbolehkan jika bersifat sukarela, tanpa tekanan, dan tidak ditentukan nominal yang mengikat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun paguyuban wali murid belum memberikan keterangan resmi terkait besaran biaya perpisahan tersebut serta rincian penggunaan anggarannya.

Masyarakat berharap kegiatan perpisahan sekolah tidak berubah menjadi ajang gengsi yang justru membebani para orang tua murid di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.