CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Jawa–Sumatera mulai terlihat pada H-9. Namun berdasarkan data resmi operator penyeberangan, jumlah pemudik yang menyeberang masih tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laporan Posko Angkutan Lebaran mencatat, selama 24 jam pada 12 Januari 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, sebanyak 254 trip kapal beroperasi melayani penyeberangan dari Merak, Ciwandan hingga BBJ Bojonegara menuju Sumatera.
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-9 tercatat 41.171 orang. Angka ini turun 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 51.073 orang.
Penurunan juga terjadi pada kendaraan pribadi yang ikut menyeberang.
Kendaraan roda dua tercatat 1.152 unit, atau turun 27,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.593 unit. Sementara kendaraan roda empat mencapai 4.364 unit, turun 27,9 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6.051 unit.
Berbeda dengan kendaraan pribadi, pergerakan kendaraan logistik relatif stabil.
Total truk yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 4.156 unit, hanya turun 1,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.232 unit. Sementara bus yang menyeberang tercatat 445 unit, turun 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 471 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera melalui Merak, Ciwandan dan BBJ Bojonegara pada H-9 mencapai 10.117 unit, atau turun 18,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 12.347 unit.
Jika dihitung kumulatif sejak H-10 hingga H-9, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat 75.914 orang, turun 15,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 89.607 orang.
Sementara total kendaraan pada periode yang sama mencapai 18.911 unit, atau turun 12,1 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 21.514 unit.
Arus dari Sumatera ke Jawa
Sementara itu dari arah sebaliknya, arus penyeberangan dari Sumatera menuju Jawa juga menunjukkan tren yang berbeda.
Data Posko Bakauheni mencatat, selama periode yang sama pada H-9 terdapat 123 trip kapal yang beroperasi melayani penyeberangan.
Jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 35.251 orang, atau turun 7,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 37.946 orang.
Untuk kendaraan roda dua tercatat 403 unit, turun 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 531 unit.
Sedangkan kendaraan roda empat mencapai 2.877 unit, turun 10,4 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3.212 unit.
Menariknya, kendaraan logistik justru mengalami peningkatan.
Total truk yang menyeberang dari Sumatera menuju Jawa mencapai 4.425 unit, naik 25,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.524 unit.
Sementara bus yang menyeberang tercatat 515 unit, turun 12,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 587 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-9 mencapai 8.220 unit, atau naik 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.854 unit.
Adapun secara kumulatif sejak H-10 hingga H-9, jumlah penumpang dari Sumatera menuju Jawa tercatat 60.558 orang, turun 12,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 69.450 orang.
Sedangkan total kendaraan tercatat 14.369 unit, atau turun sekitar 6,8 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 15.416 unit. (*/Red)



























