CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Dampak konflik geopolitik global mulai terasa hingga ke sektor industri dalam negeri. Perusahaan petrokimia nasional, Chandra Asri Group, mengumumkan status force majeure serta melakukan penyesuaian operasional pabrik sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan bahan baku.
Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas jalur logistik global.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, menjelaskan bahwa konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat mulai memberikan dampak terhadap stabilitas distribusi bahan baku industri.
Menurutnya, salah satu jalur yang menjadi perhatian utama adalah Selat Hormuz, yang selama ini dikenal sebagai jalur vital perdagangan energi dunia.
“Perusahaan terus memantau perkembangan situasi internasional secara intensif dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga keberlangsungan operasional,” ujar Suryandi dalam keterangan resminya.
Penyesuaian operasional pabrik dilakukan sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko perusahaan guna memastikan aktivitas produksi tetap berjalan di tengah ketidakpastian kondisi global.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa konflik geopolitik dunia tidak hanya berdampak pada sektor energi internasional, tetapi juga mulai memengaruhi stabilitas rantai pasok industri dalam negeri yang bergantung pada distribusi bahan baku dari jalur perdagangan global.


























