Anggaran Dipangkas 65 Persen, Ketua Percasi Cilegon Protes Jelang PORPROV

1

IMG 20260305 WA0027

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Pemotongan anggaran cabang olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon menjelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Banten menuai sorotan dari pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi).

Ketua Percasi Kota Cilegon, Hasan Saidan, menyampaikan keberatan atas kebijakan pemangkasan anggaran yang dinilai cukup besar. Anggaran tahunan Percasi yang semula diajukan sebesar Rp100 juta disebut dipotong sekitar 65 persen sehingga hanya tersisa sekitar Rp35 juta.

Menurut Hasan, kondisi tersebut cukup berat bagi pihaknya yang saat ini sedang fokus mempersiapkan para atlet catur untuk menghadapi ajang PORPROV tingkat Provinsi Banten.

“Awalnya kami mengajukan anggaran Rp100 juta untuk kebutuhan pembinaan dan persiapan atlet selama satu tahun. Setelah dilakukan pemotongan sekitar 65 persen, dana yang tersisa hanya sekitar Rp35 juta,” ujar Hasan.

Ia menilai pembinaan atlet membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, terutama untuk kegiatan latihan, pembinaan berjenjang, hingga kebutuhan operasional menjelang keikutsertaan dalam kejuaraan tingkat provinsi.

Hasan juga menegaskan bahwa pemotongan anggaran tersebut dilakukan oleh bendahara KONI Kota Cilegon dan tidak hanya terjadi pada Percasi, melainkan juga diberlakukan terhadap cabang olahraga lainnya.

Meski demikian, ia berharap kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan kebutuhan riil setiap cabang olahraga.

“Kalau memang alasan pemotongan karena efisiensi anggaran, tentu kami berharap ada komunikasi yang jelas. Apalagi kami sedang mempersiapkan atlet untuk PORPROV,” katanya.

Sementara itu, Ketua Percasi Provinsi Banten, Amin Lukman SE, menilai pembinaan olahraga di daerah membutuhkan dukungan yang konsisten agar para atlet dapat berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Menurut Amin, cabang olahraga catur memiliki potensi besar untuk menyumbangkan prestasi bagi daerah apabila pembinaan dilakukan secara serius dan didukung oleh fasilitas serta anggaran yang memadai.

“Pembinaan atlet harus berjalan berkelanjutan. Dukungan anggaran tentu menjadi salah satu faktor penting agar para atlet dapat berlatih secara maksimal dan siap menghadapi kompetisi,” ujar Amin.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendorong kemajuan olahraga daerah, termasuk memastikan para atlet mendapatkan dukungan yang cukup dalam menghadapi berbagai ajang kompetisi, termasuk PORPROV Banten.