APBD Cilegon Dibuka ke Publik, Saldo Kas Daerah Dipamerkan Tiap Hari di Medsos

2

IMG 20260307 WA0017

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Pemerintah Kota Cilegon mulai membuka data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada publik secara lebih terbuka. Warga kini bisa memantau pergerakan kas daerah hanya lewat media sosial dan aplikasi resmi pemerintah.

Langkah transparansi ini diperkenalkan melalui akun Instagram Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon yang rutin mempublikasikan posisi keuangan daerah.

Dalam unggahan terbarunya, BPKPAD mengumumkan bahwa hingga Rabu, 4 Maret 2026 pukul 19.30 WIB, posisi kas daerah tercatat mencapai Rp135.658.731.478.

Sementara itu, saldo kas awal sebelumnya berada di angka Rp133.759.835.208.

Dari laporan yang dipublikasikan, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp2.775.270.799 yang berasal dari beberapa sektor, di antaranya:

Pajak daerah: Rp1.213.612.499

Opsen pajak kendaraan: Rp390.566.000

Retribusi daerah: Rp1.171.092.300

Selain itu terdapat belanja barang dan jasa yang tercatat sebesar Rp876.374.529.

BPKPAD juga menyebutkan bahwa pembaruan informasi terkait pendapatan dan belanja daerah akan dipublikasikan setiap hari sekitar pukul 17.00 WIB melalui media sosial resmi mereka.

Tidak hanya lewat media sosial, masyarakat juga dapat melihat informasi APBD melalui aplikasi “Cilegon Juare” yang menampilkan ringkasan pendapatan, belanja hingga saldo kas daerah secara digital.

Keterbukaan informasi ini pun langsung menuai beragam tanggapan dari masyarakat di kolom komentar akun Instagram BPKPAD.

Sebagian warga menyambut baik langkah tersebut karena dinilai memberi ruang bagi publik untuk ikut mengawasi penggunaan anggaran daerah.

“Keren keterbukaan informasinya pak @robinsar19,” tulis salah satu warganet.

Komentar serupa juga datang dari pengguna lain yang menilai transparansi seperti ini baru pertama kali mereka lihat dalam pengelolaan keuangan daerah di Kota Cilegon.

Meski begitu, sejumlah warga berharap keterbukaan ini tidak hanya sebatas angka di layar, tetapi juga diikuti dengan pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran agar benar-benar berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah membuka data kas daerah secara rutin di media sosial ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo dalam memperbaiki tata kelola keuangan daerah, setelah sebelumnya APBD sempat mengalami tekanan defisit pada tahun anggaran 2024. (*)