CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon yang digelar di Purwakarta, Kota Cilegon, menghasilkan kesepakatan penting. Tohir disepakati menjadi formatur yang akan memimpin proses penyusunan kepengurusan baru DPC PPP Kota Cilegon.
Proses Muscab berlangsung kondusif dan berjalan lancar. Sekretaris Wilayah PPP Provinsi Banten menjelaskan bahwa Muscab kali ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Muscab bersama yang sebelumnya telah dibuka oleh Ketua Umum PPP di Kota Serang.
“Yang dipilih dalam Muscab ini bukan langsung ketua, melainkan formatur. Tugas formatur adalah menyusun kepengurusan dan menetapkan calon ketua sesuai mekanisme organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, hasil Muscab telah menyepakati Tohir sebagai formatur yang nantinya bersama unsur DPP, DPW, dan perwakilan PAC akan menyusun struktur kepengurusan PPP Kota Cilegon untuk periode mendatang.
Tantangan yang dihadapi kepengurusan baru tidak ringan. Selain melengkapi struktur organisasi, PPP juga harus mempersiapkan verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2029.
“Kita harus menyiapkan administrasi dan verifikasi. PPP harus bangkit dan mempersiapkan diri lebih baik menghadapi pemilu yang akan datang,” katanya.
Sementara itu, Tohir mengaku siap menjalankan amanah yang diberikan. Dalam waktu dekat dirinya akan menggelar rapat formatur untuk menyusun kepengurusan sekaligus memperkuat konsolidasi partai hingga tingkat ranting.
“Saya akan melakukan konsolidasi sampai tingkat ranting. Jika diperlukan evaluasi atau penyegaran kepengurusan di tingkat PAC, itu akan menjadi bagian dari langkah pembenahan organisasi,” ujar Tohir.
Ia menegaskan bahwa penguatan struktur partai menjadi prioritas utama agar PPP Kota Cilegon memiliki kesiapan menghadapi agenda politik mendatang.
Di tempat yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Kota Cilegon, Haji Nawawi Sahim, menepis anggapan adanya dualisme kepengurusan di tubuh PPP Kota Cilegon.
“Sebenarnya tidak ada dualisme. Dalam politik perbedaan pandangan itu biasa dan sah-sah saja. Tetapi yang diakui adalah kepengurusan yang memiliki legalitas dan diakui oleh struktur partai hingga tingkat pusat,” tegasnya, (14/5/2026).
Menurut Nawawi, seluruh kader diharapkan kembali fokus pada penguatan organisasi dan mengedepankan persatuan agar PPP mampu kembali meraih kepercayaan masyarakat.
Dengan terpilihnya Tohir sebagai formatur, PPP Kota Cilegon kini menghadapi fase baru untuk merapikan mesin partai, memperkuat konsolidasi internal, dan mempersiapkan diri menghadapi tahapan verifikasi menuju Pemilu 2029.
Disclaimer: Berita ini disusun berdasarkan hasil wawancara dan pernyataan narasumber dalam kegiatan Muscab PPP Kota Cilegon. Apabila terdapat pihak yang merasa keberatan atau memiliki klarifikasi tambahan, redaksi terbuka untuk memuat hak jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik jurnalistik.


























