Muhammadiyah Cilegon Kecewa Wali Kota Tak Hadir, Padahal Siap Bantu Tingkatkan SDM Lewat Program S2

1

IMG 20260627 WA0016

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon menyayangkan ketidakhadiran Wali Kota Cilegon dalam kegiatan Hari Bermuhammadiyah Talk Show yang digelar di Kota Cilegon, Sabtu (27/6/2026). Padahal, dalam forum tersebut Muhammadiyah membawa agenda strategis berupa penguatan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan jenjang magister (S2).

Kekecewaan tersebut disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cilegon, Tahyar, usai kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Muhammadiyah dan Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan SDM Unggul: Integritas, Etika, Pengetahuan, dan Keterampilan Menuju Cilegon Juara.”

Menurut Tahyar, PDM Kota Cilegon telah membangun nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai langkah nyata mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat Kota Cilegon.

“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cilegon membangun MoU dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia Kota Cilegon melalui peningkatan pendidikan jenjang S2. Harapannya, ini dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cilegon, di samping membuka peluang kerja sama di bidang lainnya,” ujar Tahyar.

Ia mengatakan Muhammadiyah berharap kegiatan tersebut menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi produktif bersama Pemerintah Kota Cilegon.

Namun, menurutnya, harapan itu sedikit ternoda lantaran tidak adanya kehadiran maupun konfirmasi dari Wali Kota Cilegon.

“Kami berharap ke depan bisa menjalin kerja sama yang produktif. Hanya saja kami menyayangkan tidak adanya konfirmasi kehadiran Bapak Wali Kota. Padahal Muhammadiyah ingin membantu mencerdaskan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Cilegon,” katanya.

Tahyar mengungkapkan undangan kepada Pemerintah Kota Cilegon telah disampaikan jauh sebelum acara berlangsung. Menurutnya, apabila Wali Kota berhalangan hadir, seharusnya dapat menunjuk pejabat lain untuk mewakili pemerintah.

“Kami sudah menghubungi jauh-jauh hari. Seharusnya kalau Bapak Wali Kota berhalangan hadir, bisa mendelegasikan kepada Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, atau pejabat lainnya. Forum ini sangat kami harapkan menjadi ruang membangun sinergi antara Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Cilegon,” tuturnya.

Meski mengaku kecewa, Tahyar menegaskan Muhammadiyah tidak akan berhenti membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kota Cilegon.

“Kami tidak akan pernah menyerah. Muhammadiyah akan tetap bersinergi dengan Pemerintah Kota Cilegon demi kemajuan pendidikan, peningkatan kualitas SDM, dan kemajuan Kota Cilegon,” tegasnya.

Melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta, PDM Kota Cilegon berharap semakin banyak masyarakat yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing sesuai kebutuhan pembangunan daerah.