Drainase Sempit Jadi Biang Banjir di Ciwandan, Pemkot Cilegon Perintahkan Industri Perbesar Saluran

501

IMG 20260110 WA0031

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Drainase sempit yang bermuara ke laut menjadi penyebab utama banjir di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon turun langsung ke lapangan dan memerintahkan pihak industri untuk segera memperbesar serta menormalisasi saluran air yang dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.

Hasil peninjauan di sejumlah titik menunjukkan kapasitas drainase eksisting sudah jauh dari memadai, terutama ketika curah hujan tinggi terjadi bersamaan dengan kondisi pasang laut. Akibatnya, air meluap ke jalan hingga masuk ke permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade, menegaskan bahwa persoalan banjir di Ciwandan bukan sekadar persoalan musiman, melainkan masalah struktural yang harus diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya soal hujan deras. Kapasitas drainase memang sudah tidak sesuai dengan perkembangan kawasan industri dan permukiman di Ciwandan,” ujar Aziz saat peninjauan lapangan, Jumat (9/1/2026).

Pemkot Cilegon bersama pihak industri telah sepakat melakukan normalisasi drainase mulai 8 Januari 2026. Pekerjaan tahap awal ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu minggu, sementara perbesaran drainase utama yang bermuara ke laut diperkirakan rampung dalam waktu dua bulan.

Aziz menjelaskan, fokus penanganan dilakukan pada pelebaran dan pendalaman saluran air agar aliran dari hulu ke hilir tidak tersendat.

“Kalau hulunya sudah bagus tapi muaranya sempit, air pasti meluap. Karena itu saluran menuju laut harus diperbesar,” tegasnya.

Selain normalisasi, Pemkot juga akan menertibkan bangunan-bangunan yang menutup atau mempersempit saluran drainase. Penertiban dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Pemkot Cilegon menekankan bahwa kawasan industri memiliki peran besar dalam sistem drainase di wilayah Ciwandan, mengingat sebagian saluran air melewati dan bermuara di area industri sebelum menuju laut.

“Industri tidak bisa lepas tangan. Mereka bagian dari kawasan ini dan harus ikut bertanggung jawab memastikan drainase berfungsi optimal,” kata Aziz.

Langkah cepat Pemkot Cilegon mendapat respons positif dari masyarakat. Namun warga berharap penanganan banjir tidak bersifat sementara dan benar-benar menyentuh akar persoalan.

Salah seorang warga Ciwandan, Rohman (47), mengaku banjir sudah menjadi masalah rutin setiap musim hujan.

“Kalau hujan deras satu jam saja, air sudah naik ke jalan dan kadang masuk rumah. Kami berharap ini bukan cuma dikeruk sebentar, tapi benar-benar diperbaiki,” ujarnya.

Warga lainnya berharap penertiban bangunan yang menutup drainase dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk jika berada di kawasan industri.

“Kalau memang ada yang nutup saluran, siapapun itu harus ditertibkan. Jangan cuma warga kecil,” katanya.

Masyarakat berharap Pemkot Cilegon konsisten mengawal proses normalisasi hingga tuntas, memastikan drainase utama ke laut benar-benar diperbesar, serta menjadikan penanganan banjir sebagai program jangka panjang agar hujan deras tidak lagi identik dengan banjir di Ciwandan. (*/Jul)