Banjir Meluas di Cilegon, Cibeber hingga Ciwandan Terdampak, Jalan Cilegon–Anyer Tergenang

570

IMG 20260111 WA0036

BIDIKBANTEN.COM I CILEGON – Banjir meluas di sejumlah wilayah Kota Cilegon akibat hujan lebat yang mengguyur sejak kemarin hingga  hari ini. Warga Perumahan Gedong Damai, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, masih berada dalam kondisi siaga karena debit air terus meningkat dan merendam permukiman.

Di lingkungan Sambirata Link RT 05 06 RW 03, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, ketinggian air dilaporkan hampir mencapai sepinggang orang dewasa, mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan potensi pengungsian.

Sementara itu, di lingkungan Ciberko, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, banjir meluap akibat Tembok Penahan Tanah (TPT) tidak mampu menampung debit air. Luapan tersebut mengalir ke permukiman dan merendam sejumlah rumah warga.

IMG 20260111 WA00431
Akibat luapan banjir yang merendam rumah-rumah warga di wilayah Kecamatan Cibeber, proses evakuasi warga terdampak saat ini tengah dilakukan. Warga, dibantu aparat setempat dan relawan, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko keselamatan jika ketinggian air terus bertambah.

Dampak banjir juga terjadi di Kecamatan Ciwandan. Sejumlah titik terdampak, termasuk jalan raya Cilegon–Anyer. Tepatnya di depan Kantor Koramil, genangan air dilaporkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

IMG 20260111 WA0050
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti di pinggir jalan menunggu air surut. Bahkan, beberapa kendaraan yang nekat melintas dilaporkan mogok dan harus didorong oleh pemiliknya, sehingga memicu antrean kendaraan di lokasi tersebut.

Selain itu, banjir juga merendam Jl Pepaya, Kavling Pasar Blok F, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, yang berdampak pada aktivitas warga dan akses lingkungan sekitar.

Warga di kawasan terdampak telah mengamankan barang-barang penting dan bersiap mengungsi apabila kondisi semakin memburuk.
“Kalau hujan tidak berhenti dan air terus naik, kami sudah siap mengungsi. Barang-barang penting sudah kami siapkan,” ujar salah seorang warga Perumahan Gedong Damai, Minggu (11/1/2025).

Warga menilai sistem drainase dan infrastruktur pengendali banjir di sejumlah titik belum mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan penanganan cepat agar dampak banjir tidak semakin meluas.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi warga di sejumlah titik masih berlangsung, sementara kondisi banjir terus dipantau. (Red/*)