Cilegon Punya Ratusan Industri, Warga Sudah Rasakan Berkahnya? Amin Gagas Urun Rembug

6

 

CILEGON | BIDIK BANTEN – Besarnya potensi industri di Kota Cilegon dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat yang dirasakan masyarakat. Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Amin P. Napitupulu, pengusaha yang tinggal di kawasan Merak, Kota Cilegon, sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon.

Hal itu disampaikan Amin dalam perbincangan pada Rabu (7/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia banyak berbicara mengenai pentingnya membangun kebersamaan, persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat Kota Cilegon.

Menurut Amin, Cilegon memiliki potensi yang luar biasa. Kota ini menjadi kawasan industri dengan keberadaan berbagai perusahaan besar, sementara secara geografis juga memiliki sumber daya alam dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Cilegon ini harus kita syukuri. Tanah dan alamnya berlimpah keberkahan dari Allah SWT. Di sini juga banyak industri besar,” kata Amin.

Namun, di balik besarnya aktivitas industri tersebut, Amin menyoroti masih adanya kesenjangan kehidupan masyarakat.

Ia mempertanyakan bagaimana keberadaan industri dan potensi ekonomi yang besar di Kota Cilegon dapat semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

Menurut Amin, persoalan itu penting untuk dibicarakan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton dari perkembangan industri yang berlangsung di daerahnya sendiri.

“Banyak industri besar, bahkan ratusan industri ada di Cilegon. Tetapi masyarakat kita sampai hari ini masih ada yang belum merasakan manfaat secara maksimal dari keberadaan industri tersebut,” ujarnya.

Dorong Forum “Urun Rembug Warga”

Berangkat dari persoalan tersebut, Amin mengusulkan sebuah gagasan berupa forum diskusi warga atau “urun rembug warga”.

Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk membuka diri, saling bertukar pengalaman, menyampaikan persoalan dan membicarakan berbagai gagasan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Cilegon.

Amin menilai, penyelesaian berbagai persoalan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya.

“Kita harus membuka diri, sharing dan diskusi. Kita duduk bersama, bicara apa yang menjadi persoalan dan apa yang bisa kita lakukan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konsep urun rembug warga bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk membangun komunikasi dan menemukan gagasan yang dapat menjadi solusi bersama.

Kebersamaan Jadi Modal Membangun Cilegon

Bagi Amin, keberagaman masyarakat Cilegon merupakan kekuatan yang harus dirawat. Perbedaan latar belakang maupun pandangan, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan masyarakat terpecah.

Justru melalui forum dialog, masyarakat dapat saling memahami dan mencari titik temu terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

“Yang paling penting adalah kebersamaan, persatuan dan persaudaraan. Kalau kita bisa duduk bersama, saling mendengar dan saling menghargai, saya yakin akan banyak gagasan yang bisa muncul,” tuturnya.

Amin berharap gagasan “urun rembug warga” dapat menjadi ruang komunikasi yang terbuka dan melibatkan masyarakat secara luas.

Ia ingin forum tersebut nantinya tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan konkret mengenai bagaimana potensi Kota Cilegon, termasuk keberadaan kawasan industri, dapat semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Cilegon ini diberkahi. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengelolanya dan bagaimana masyarakat bisa ikut merasakan keberkahan itu,” pungkas Amin.

(Redaksi Bidik Banten)