Praktik Penyembelihan Hewan Qurban, MAN 2 Kota Cilegon Tanamkan Nilai Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

43

 

IMG 20260529 WA0006

[CILEGON] | BIDIKBANTEN.COM – Semangat Iduladha 1447 Hijriah terasa begitu hidup di lingkungan MAN 2 Kota Cilegon, Jumat (29/5/2026). Bukan sekadar pemotongan hewan kurban biasa, kegiatan Praktik Penyembelihan Hewan Qurban yang melibatkan para siswa ini berubah menjadi ruang belajar nyata tentang keikhlasan, tanggung jawab, hingga kepedulian sosial.

Mengusung tema “Bahagia Berqurban, Menebar Kebaikan, Merajut Kebersamaan”, suasana kebersamaan tampak menyatu sejak pagi. Para siswa turun langsung mengikuti seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag., bersama jajaran pejabat Kemenag, pengurus komite madrasah, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para Ketua RT dan RW di sekitar lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Amin Hidayat mengapresiasi konsistensi MAN 2 Kota Cilegon yang terus menjaga tradisi kegiatan keagamaan berbasis sosial dan melibatkan masyarakat luas.

“Madrasah jangan sampai tertinggal dalam kegiatan seperti ini. Hari ini kita berkurban, maka semangat berkurban harus terus dibudayakan,” ujarnya.

Ia menilai, nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam ibadah kurban sangat penting ditanamkan kepada generasi muda sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan.

Tak hanya itu, Amin juga memuji peran aktif Komite MAN 2 Kota Cilegon yang dinilai serius mendukung pengembangan madrasah, termasuk soal pengembangan lahan dan rencana pembangunan fasilitas baru.

“Komitenya hebat, aktif dan peduli terhadap kemajuan madrasah,” katanya.

Dalam tausiyah singkatnya, Amin mengingatkan bahwa Iduladha bukan hanya soal menyembelih hewan kurban, melainkan tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Mamad, S.Ag., menegaskan kegiatan praktik kurban tersebut bukan sekadar agenda seremonial ataupun tuntutan kurikulum semata. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.

Ia menyebut ada tiga nilai utama yang ingin ditanamkan kepada peserta didik, yakni keikhlasan dan ketaatan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab dan keterampilan hidup.

“Melalui praktik ini siswa belajar langsung tata cara penyembelihan sesuai syariat, menjaga kebersihan, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” ungkapnya.

Mamad berharap pengalaman tersebut mampu membentuk generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan akhlak yang baik di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Sekretaris Komite MAN 2 Kota Cilegon, Rachmat AS, mengaku bangga karena kegiatan itu mendapat perhatian langsung dari jajaran Kemenag Kota Cilegon. Menurutnya, kehadiran para pejabat menjadi suntikan motivasi bagi pihak sekolah dan komite untuk terus mendorong kemajuan madrasah.

Rachmat juga membocorkan adanya peluang bantuan SBSN tahun 2027 untuk pembangunan gedung perpustakaan dan laboratorium di MAN 2 Kota Cilegon. Bahkan, madrasah tersebut disebut tengah merancang pembangunan fasilitas teropong bintang yang diklaim bakal menjadi yang pertama di Kota Cilegon.

“Mudah-mudahan Allah mengizinkan sehingga di Kota Cilegon nanti ada satu-satunya teropong bintang melalui MAN 2 Kota Cilegon,” ujarnya.

Menurutnya, pihak komite juga telah menyiapkan lahan hibah demi mendukung pengembangan fasilitas pendidikan di madrasah tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban MAN 2 Kota Cilegon, Ustaz Jupri, mengatakan tahun ini pihaknya berhasil melaksanakan penyembelihan 13 ekor hewan kurban dengan melibatkan seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12.

Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat di sejumlah lingkungan di Kelurahan Rawa Arum, mulai dari Curug, Tegalwangi Lawas, Jidangdang, Pujanggadung, Sambipayung, hingga wilayah lainnya.

“Harapannya ketika mereka kembali ke masyarakat nanti, mereka mampu melaksanakan kurban dengan kesadaran sendiri dan memahami nilai ibadah serta kepedulian sosial di dalamnya,” tutupnya.

Disclaimer: Informasi dalam berita ini berdasarkan keterangan resmi pihak madrasah dan narasumber yang hadir dalam kegiatan.