TANGERANG Selatan I BIDIK BANTEN – Di tengah ritme kota yang serba cepat, Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) hadir sebagai ruang jeda bagi masyarakat urban.
Tidak hanya menjadi tempat ibadah, masjid ini berkembang menjadi ruang hidup yang ramah bagi keluarga—tempat bertumbuhnya iman, ilmu, dan kepedulian sosial.
Masjid Ramah Keluarga di Tengah Kota
Konsep masjid ramah keluarga di MRBJ tampak dari fasilitas yang inklusif.
Lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas difasilitasi dengan lift, jalur khusus, serta bangku lipat.
Sementara itu, anak-anak memiliki ruang bermain yang membuat masjid tidak lagi terasa kaku, melainkan menjadi tempat yang bersahabat bagi generasi muda.
Pendidikan dan Dakwah yang Adaptif
Peran pendidikan dijalankan melalui Baitul Qur’an dan Baitul Dakwah.
Ratusan santri cilik belajar Al-Qur’an dengan metode tilawati, sementara jamaah dewasa mengikuti berbagai forum halaqah.
Pendekatan dakwah dilakukan dengan tetap berpegang pada aqidah Ahlussunnah Waljamaah, namun disampaikan secara rasional dan relevan dengan tantangan zaman.
Keterlibatan remaja melalui Remisya memperlihatkan upaya regenerasi dakwah yang terstruktur di lingkungan masjid.
Masjid sebagai Penggerak Sosial dan Ekonomi – Umat
MRBJ tidak hanya bergerak di ranah spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Melalui Baitul Maal dan Baitul Muamalah, masjid melayani ribuan mustahik serta menyediakan akses pembiayaan usaha tanpa riba (qordhul hasan) bagi pelaku UMKM.
Kehadiran zona muamalah yang dilengkapi creative hub, coworking space, dan area kuliner memperkuat peran masjid sebagai ekosistem ekonomi umat.
Model Masjid Masa Depan
Transformasi Masjid Raya Bintaro Jaya menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi pilar pembangunan sosial.
Dengan pendekatan yang ramah keluarga dan inklusif, masjid tidak hanya membangun spiritualitas jamaah, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi masyarakat.
Apa yang dilakukan MRBJ memberi gambaran tentang model masjid masa depan—ruang ibadah yang hidup, relevan, dan hadir di tengah persoalan nyata masyarakat urban. (*/KZ)


























