Lagi, Polsek Serpong Tembak Mati Pelaku Kejahatan Ranmor

768

polsek serpongPelaku pencurian dengan kekerasan (curas) merenggut nyawa akibat tertembus peluru petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Anggota jaringan spesialis perampas motor yang sedikitnya sudah 70 kali beraksi itu, tewas setelah terjadi baku tembak dengan petugas.

Dari sejumlah laporan kehilangan motor yang masuk ke Polsek Serpong sebelumnya, beberapa korban menyebutkan ciri-ciri pelaku serupa. Pengejaran pertama kali dilakukan terhadap pelaku berinisial AT beberapa waktu lalu.

Tersangka tewas setelah terkena tembakan polisi pada bagian punggung saat dilakukan penyergapan di Bundaran Air Mancur BSD, Serpong.

“Disamping menyita sepeda motor jenis Suzuki Satria FU tanpa surat, polisi berhasil membawa satu unit senjata api jenis FN kaliber 7,65 mm atau 32 Auto Browsing dan tujuh butir peluru,” ungkap Kanitreskrim Polsek Serpong, Ajun Komisaris Toto Daniyanto, Jumat (2/1/2015).

Ditambahkannya, pada tanggal 28 Desember 2014 sekitar pukul 04.00 WIB, petugas menangkap tiga pelaku yang masih berusia remaja, yakni HR (24), JL (22), dan YN (22). Ketiganya berhasil dibekuk saat berada di salah satu rumah kontrakan di Jalan Rawabuntu, Gang M Toha, No 46, Serpong.

“Petugas harus menembak kaki HR, JL, dan YN karena masih coba melarikan diri waktu disergap. Tembakan peringatan petugas juga tidak dihiraukan pelaku,” jelasnya.

Dari keterangan pelaku yang berhasil dibekuk, muncul satu nama tersangka lain berinisial AK (25). Sehari berikutnya, polisi mengejar AK yang diketahui hendak melarikan diri ke kampung halamannya di Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Saat petugas sampai di Pelabuhan Merak, AK baru saja naik sebuah kapal menuju Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.

Pukul 02.00 WIB, penyergapan pun dilakukan masih di sekitar Pelabuhan Bakauheuni. Saat bersembunyi di semak-semak, AK terus memuntahkan peluru ke arah petugas yang coba mendekat. Tak pelak, aksi baku tembak terjadi antara tersangka dan beberapa anggota Reskrim Polsek Serpong beberapa saat.

“AK terus menembaki polisi dengan senjata api revolver rakitan (doorlock). Tersangka meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit setelah terkena tembakan di punggung tembus dada serta kaki,” papar Toto.

Kelima pelaku yang sudah berhasil dibekuk, teridentifikasi sebagai bagian dari kelompok spesialis perampas sepeda motor jaringan Lampung Timur dan Tengah. Dari pengakuan tiga tersangka yang masih hidup, mereka sudah melakukan pencurian dan perampasan lebih dari 70 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Banten serta Jakarta Barat.

“Modus kejahatan yang dipakai adalah pola pepet, todong, bahkan bacok atau tembak bila korbannya melawan,” urai Arman.

Sampai saat ini, petugas Polsek Serpong terus melakukan pengejaran terhadap tersangka lain. “Tersangka lain yang masih satu kelompok jaringan ini (Lampung Timur dan Tengah) sudah diketahui nama, foto, maupun ciri-cirinya. Begitupun tempat penjualan hasil kejahatannya,” ucapnya.

Sebelumnya, di bulan Desember 2014, jajaran Polsek Serpong juga menembak mati salah satu pelaku perampas uang nasabah bank. Selain menewaskan pelaku berinisial IDH lantaran menyerang polisi dengan sebilah golok saat disergap, polisi turut menghadiahi peluru pada masing-masing kaki kedua pelaku lain yakni AMB dan RK.

(Met/Yan)