Keluarga Korban Pengeroyokan Santri Tuntut Ponpes Darul Qur’an Lantaburo Cipondoh Tangerang

574

IMG_20220830_060829

Keluarga RAP (13) santri yang meninggal dikeroyok 12 santri lain, menuntut tanggung jawab pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Qur’an Lantaburo di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Mukhtar, kakek korban mengatakan, kejadian ini merupakan kelalaian dari pihak pesantren, karena itu harus ada pertanggung jawaban penuh.

“Pastinya keluarga akan menuntut, meminta pertanggung jawaban secara kemanusiaan,” ujar Mukhtar di rumah duka, Minggu (28/8/2022).

Ia mengaku terkejut lantaran tiba-tiba mendapat kabar kematian cucunya pada pukul 08.30 WIB.

Ia menyayangkan pengeroyokan yang menimpa cucunya itu terjadi di pesantren yang seharusnya mendidik karakter anak.

Sementara itu, hingga Minggu, pihak pesantren pun belum menemui keluarga korban terkait kejadian ini.

“Mereka hanya mengirimkan perwakilan, pihak pesantren belum memberikan pernyataan permintaan maaf langsung,” ujar Mukhtar.

Mukhtar menceritakan awal kejadian yang menimpa cucunya tersebut.

Awalnya, korban akan mandi di lantai empat. Ternyata korban telah diincar pelaku yang diduga provokator.

Ketika sampai di lantai atas, korban kemudian ditarik para pelaku ke dalam salah satu kamar. Kemudian pintunya dikunci dan lampu dimatikan. Saat itu lah korban dipukuli pelaku yang berjumlah 12 orang.

“Ini sangat tragis, sehingga kejadian ini sulit dilupakan,” tuturnya. ***