CILEGON I BIDIKBANTEN.COM – Menanggapi pemberitaan terkait banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kota Cilegon, Ketua Badan Koordinasi Peduli Lingkungan (BKPL) Kecamatan Ciwandan, Alawi Mahmud, angkat bicara.
Alawi menyatakan, banjir yang terjadi memang dipicu cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dan durasi yang panjang sebagai bagian dari proses alam. Namun menurutnya, campur tangan manusia turut memperparah dampak banjir, terutama aktivitas pertambangan pasir dan batu gunung.
“Faktor alam memang ada, tapi faktor campur tangan manusia juga jelas. Yang paling dominan itu praktik pertambangan, baik pasir maupun batu gunung,” ujarnya.
Alawi mengungkapkan, BKPL Ciwandan pernah melakukan investigasi di kawasan Gunung Leles, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan kota Cilegon dan menemukan sejumlah titik tambang yang diduga tidak memiliki izin yang jelas.
Ia menyebutkan, aktivitas penambangan di kawasan tersebut tersebar di berbagai titik dengan jarak antar lokasi sekitar dua kilometer, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian lokasi tambang dengan izin usaha pertambangan yang diklaim oleh pihak penggarap.
Selain itu, Alawi juga menyoroti adanya dugaan praktik pembayaran royalti oleh para penambang kepada salah satu perusahaan yang mengaku memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), meskipun aktivitas tambang dilakukan di lokasi yang berbeda.
“Ini yang menjadi tanda tanya besar, apakah penambangan itu benar-benar sesuai dengan izin yang dimiliki,” katanya.
Tak hanya soal izin, Alawi juga mempertanyakan status legal standing kawasan gunung yang dijadikan lokasi tambang. Ia menduga kawasan tersebut masih berstatus quo atau bahkan berpotensi masuk dalam kawasan hutan kota.
Atas kondisi tersebut, Alawi meminta Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Cilegon, serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten untuk turun tangan dan melakukan penindakan secara administratif maupun hukum.
“Perlu tindakan tegas agar keresahan dan trauma masyarakat akibat banjir ini bisa terobati, sehingga warga dapat hidup lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (*/Red)


























