CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Suasana depan kantor Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, mendadak jadi panas. BEM Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Cilegon bareng pemuda dan warga berbaris, bukan buat lomba 17-an, tapi buat ngegas dugaan pungutan liar yang katanya udah kayak warung kelontong: ada aja harga tambahan.
Padahal, kelurahan itu ibarat pintu rumah warga. Harusnya ramah, cepet, dan jelas. Tapi kenyataan? Warga malah disambut dengan pelayanan lemot, muka masam, plus pungutan tanpa nota. “Ini kelurahan apa mesin ATM, tiap masuk mesti keluar uang?” sindir salah satu mahasiswa yang teriak lantang di tengah aksi.
Massa menuntut satu hal: hentikan pungli, perbaiki pelayanan! Jangan sampai masyarakat kecil terus dipalak gaya halus atas nama birokrasi. Kata mereka, kalau kelurahan terus dibiarkan begini, jangan salahkan kalau kepercayaan publik makin rontok.
Aksi ini jadi alarm keras: birokrasi di Cibeber butuh cuci muka, biar aparatur sadar kalau tugas utama mereka bukan nyusahin, tapi ngurusin warga dengan hati.
Disclaimer:
Berita ini ditulis berdasarkan informasi dan aspirasi warga serta mahasiswa yang melakukan aksi di Kelurahan Cibeber. Semua pihak terkait memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas tuduhan yang disampaikan.

























