Penutup Drainase Tak Beraturan Dikeluhkan Warga, Pemprov Banten Siap Tindaklanjuti

8

IMG 20260331 WA0019

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Pemerintah Provinsi Banten merespons keluhan masyarakat terkait pekerjaan proyek jalan nasional di wilayah Cilegon hingga Serang, khususnya mengenai penutup drainase yang dinilai tidak beraturan.

Keluhan warga menyebutkan bahwa penutup drainase yang dipasang tidak berbentuk standar segi empat, sehingga menyulitkan dan bahkan memaksa masyarakat mengeluarkan biaya tambahan untuk menutup kembali secara mandiri.

Keluhan ini mencuat setelah beredarnya dokumen dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terkait pekerjaan paket preservasi ruas Merak–Cilegon–Serang–Serdang–Bojonegara tahun anggaran 2025–2027.

Dalam dokumen tersebut, pekerjaan dilaksanakan oleh PT Galih Medan Persada dan telah dimulai sejak akhir Desember 2025.

Namun di lapangan, kondisi yang ditemukan warga justru berbeda dari harapan.

Ujang (45), warga setempat, mengaku penutup drainase yang tidak beraturan membuatnya kerepotan.

“Bentuknya nggak jelas, bukan segi empat. Jadi kalau mau nutup lagi harus bikin sendiri, itu keluar biaya lagi. Harusnya kan sudah rapi dan standar,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rahmat (42), yang menilai kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan.

“Kalau nggak pas atau dibiarkan terbuka, ini bisa bahaya. Apalagi malam hari, orang bisa jatuh,” katanya.

Sementara itu, Siti Aminah (35) mengaku khawatir terhadap keselamatan anak-anak di sekitar lokasi.

“Anak-anak sering lewat sini. Kalau lubangnya nggak ketutup rapat, takutnya terjadi hal yang nggak diinginkan,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten menyatakan akan menindaklanjuti laporan masyarakat dan melakukan pengecekan di lapangan.

Pihak Pemprov Banten memastikan akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan apakah pekerjaan tersebut telah sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Warga berharap, proyek jalan nasional ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat tanpa membebani masyarakat.

Jika penutup drainase justru membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan, maka hal ini dinilai perlu menjadi perhatian serius untuk segera dievaluasi.