[CILEGON] | BIDIKBANTEN.COM – Dugaan Kebocoran Tangki PT Vopak, Anggota DPRD PKS Jajuli: Warga Gerem Jangan Jadi Korban Industri
Dugaan kebocoran tangki bahan kimia di PT Vopak Terminal Merak yang memicu bau menyengat dan keluhan kesehatan warga Cikuasa, Kelurahan Gerem, mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Cilegon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jajuli.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Grogol–Merak, Jajuli menegaskan persoalan ini menyentuh langsung konstituennya. Ia menilai keluhan warga berupa pusing, mual, hingga sesak napas tidak boleh dianggap sepele.
“Gerem dan sekitarnya ini wilayah padat penduduk yang berdampingan langsung dengan kawasan industri. Kalau sudah ada dampak ke kesehatan warga, ini harus ditangani serius,” tegas Jajuli.
Minta Transparansi dan Pengujian Lingkungan
Jajuli mendesak agar pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon segera melakukan pengujian kualitas udara dan lingkungan secara terbuka, bukan hanya laporan internal.
Menurutnya, warga berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, zat apa yang terlepas, dan seberapa besar risikonya bagi kesehatan masyarakat.
“Jangan sampai warga cuma disuruh tenang, tapi tidak diberi penjelasan yang jelas dan berbasis data,” ujarnya.
Soroti Tanggung Jawab Perusahaan
Selain pemerintah, Jajuli juga menekankan tanggung jawab penuh PT Vopak sebagai pengelola fasilitas penyimpanan bahan kimia. Ia meminta perusahaan tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga perlindungan warga sekitar.
“Industri boleh berjalan, investasi penting. Tapi keselamatan dan kesehatan warga Gerem, Grogol, dan Merak itu tidak bisa ditawar,” katanya.
Dorong Evaluasi Menyeluruh Kawasan Industri
Jajuli berharap dugaan kebocoran ini menjadi momentum untuk evaluasi menyeluruh tata kelola kawasan industri di Cilegon, terutama yang lokasinya berdekatan langsung dengan permukiman warga.
Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal persoalan ini agar tidak berhenti sebagai isu sesaat.
“Jangan sampai setiap ada kejadian, warga cuma jadi penonton dan korban. Negara harus hadir,” pungkasnya.


































