Cuaca Ekstrem Mengintai Tangerang Raya, Banjir Tinggal Tunggu Waktu?

112

IMG 20260124 WA0007

TANGERANG RAYA | BIDIKBANTEN.COM – Ancaman cuaca ekstrem kembali membayangi wilayah Tangerang Raya. Status peringatan dini sudah dinaikkan, tapi kesiapan daerah menghadapi potensi bencana justru masih dipertanyakan.

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berstatus “Awas” untuk wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada Jumat (23/1/2026).

Fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang sangat aktif di wilayah Banten. Bibit Siklon Tropis 91S memengaruhi pola angin dan membentuk daerah konvergensi, sementara Monsun Asia meningkatkan suplai udara lembap serta memperkuat angin baratan. Kombinasi faktor ini memperbesar peluang terbentuknya awan hujan intens yang berpotensi memicu banjir dan bencana hidrometeorologi.

Namun, persoalan di Tangerang Raya bukan hanya soal hujan. Setiap musim ekstrem datang, masalah klasik selalu muncul: drainase tak optimal, pendangkalan sungai yang belum tertangani serius, alih fungsi lahan yang dibiarkan, hingga kawasan rawan banjir yang terus padat bangunan.

Di sisi lain, respons pemerintah daerah kerap berhenti pada imbauan. Ketika hujan ekstrem benar-benar terjadi dan banjir meluas, publik kembali disuguhi narasi lama: faktor alam dan cuaca ekstrem.

Padahal, mitigasi bencana seharusnya bukan sekadar reaksi saat hujan turun, melainkan kerja serius membenahi tata kota sebelum bencana datang. Jika peringatan “Awas” dari BMKG kembali berujung pada banjir tahunan, maka pertanyaan publik menjadi sah: apakah ini murni bencana alam, atau akumulasi kegagalan pengelolaan wilayah?

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, angin kencang, dan dampak cuaca ekstrem lainnya. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG sebagai langkah antisipasi dini. (Nad)