JLS Cilegon Dipenuhi Lumpur Diduga Dampak Truk Galian, Warga dan Pengendara Mengeluh: Licin dan Membahayakan

5

IMG 20260307 WA0000

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Kondisi memprihatinkan terlihat di ruas Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, tepatnya di kawasan Temugiring, Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kamis (5/3/2026).

Jalan yang seharusnya menjadi jalur penghubung antarwilayah itu kini berubah menjadi lintasan lumpur tebal dan licin. Diduga kondisi tersebut dipicu aktivitas kendaraan pengangkut pasir dari lokasi galian yang hampir setiap hari melintas di jalur tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan bekas roda kendaraan berat memenuhi badan jalan. Permukaan jalan tampak bergelombang dan tertutup lumpur sehingga menyulitkan pengendara yang melintas, terutama pengguna sepeda motor.

Sejumlah pengendara mengaku khawatir saat melintasi jalur tersebut karena kondisi jalan yang licin dan kotor.

“Kalau habis hujan makin parah. Jalannya licin sekali, motor gampang selip. Kami yang tiap hari lewat sini jadi was-was,” ujar salah satu pengendara yang melintas di lokasi.

Keluhan juga datang dari warga sekitar yang mengaku kondisi jalan seperti ini sudah terjadi cukup lama dan belum terlihat adanya penanganan serius.

“Setiap hari truk pasir lewat, lumpurnya jatuh ke jalan. Lama-lama jalannya jadi seperti ini. Kami berharap ada penertiban, minimal jalan dibersihkan supaya tidak membahayakan,” kata seorang warga setempat.

Ironisnya, ruas Jalan Lingkar Selatan Cilegon diketahui direncanakan menjadi salah satu jalur alternatif untuk mengurai kepadatan arus kendaraan saat musim mudik Lebaran 2026.

Namun jika kondisi jalan terus dibiarkan berlumpur dan licin, warga khawatir potensi kecelakaan lalu lintas justru akan meningkat, terutama saat volume kendaraan mulai melonjak menjelang arus mudik.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas galian yang diduga menjadi penyebab jalan dipenuhi lumpur, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material agar tidak lagi mengotori badan jalan.

(Johan)