Atap Masjid Agung Cilegon Bocor, Jemaah Terganggu: Pemeliharaan Mandek, Status Aset Jadi Alasan?

2

IMG 20260130 WA0022

BIDIK BANTEN ICILEGON — Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon dilaporkan mengalami kebocoran atap yang cukup parah hingga menimbulkan genangan air di sejumlah titik lantai masjid. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan jemaah, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung yang tengah beribadah.

Pantauan di lokasi, Jumat (30/1/2026), menunjukkan genangan air di lantai 1 masjid, sementara di lantai 2 kondisinya lebih parah. Sedikitnya delapan wadah terlihat disiapkan untuk menampung tetesan air hujan yang terus menetes dari atap bangunan.

Masalah ini muncul di tengah proses peralihan pengelolaan masjid. Saat ini, Masjid Agung Nurul Ikhlas telah diserahkan dari yayasan kepada Pemerintah Kota Cilegon dan dikelola oleh tim caretaker Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Ketua caretaker DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas, Rahmatullah, membenarkan adanya kebocoran tersebut. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini belum tersedia anggaran khusus untuk pemeliharaan masjid.

Menurutnya, pihak pengelola sudah mengajukan usulan anggaran perbaikan kepada Wali Kota Cilegon dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Namun, pembahasan masih terkendala persoalan administratif, terutama terkait status aset masjid—apakah sudah resmi masuk dalam aset daerah atau belum.

“Untuk sementara kami hanya bisa melakukan perbaikan ringan secara swadaya,” ujar Rahmatullah.

Ia menambahkan, perbaikan menyeluruh diperkirakan membutuhkan anggaran besar hingga miliaran rupiah, sehingga harus menunggu keputusan dan arahan dari pemerintah daerah.

Di sisi lain, kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik: bagaimana mungkin bangunan masjid utama kota dibiarkan bocor, sementara status administrasi justru menjadi alasan lambatnya penanganan?

(TM)