Osaka Steel Hengkang dari Cilegon, Industri Baja Kehilangan Momentum

35

IMG 20260129 WA0003

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Keputusan produsen baja asal Jepang, Osaka Steel Co., Ltd., untuk menghentikan operasional PT Krakatau Osaka Steel (KOS) di Cilegon menjadi sinyal serius bagi masa depan industri baja nasional.

Perusahaan patungan antara Osaka Steel dan PT Krakatau Steel Tbk ini dijadwalkan menghentikan produksi pada 30 April 2026 dan membekukan operasional secara total pada 30 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil dalam rapat dewan direksi pada 23 Januari 2026.

Osaka Steel yang menguasai 86 persen saham KOS memilih mundur setelah perusahaan terus mencatat kerugian dan permintaan baja domestik melemah, seiring melambatnya proyek infrastruktur di dalam negeri.

Momentum Industri Baja yang Hilang

Hengkangnya Osaka Steel bukan sekadar persoalan satu perusahaan. Peristiwa ini mencerminkan hilangnya momentum industri baja nasional yang selama ini bertumpu pada proyek-proyek negara.

Ketika belanja infrastruktur melambat, permintaan baja ikut turun. Situasi ini menunjukkan bahwa industri baja nasional belum sepenuhnya bertumpu pada kekuatan pasar, melainkan masih bergantung pada denyut anggaran pemerintah.

Dalam konteks ini, penutupan KOS dapat dibaca sebagai indikator bahwa ekosistem industri baja nasional belum cukup kuat menghadapi tekanan pasar global.

Ironi Kota Baja

Bagi Cilegon, kota yang dikenal sebagai pusat industri baja, hengkangnya Osaka Steel menghadirkan ironi tersendiri. Kehadiran investor Jepang sebelumnya diharapkan memperkuat daya saing industri lokal, namun justru berakhir dengan penghentian operasional.

Meski belum ada kepastian terkait dampak tenaga kerja dan rantai pasok, penutupan ini berpotensi memengaruhi ekosistem industri di kawasan Cilegon, baik secara ekonomi maupun sosial.

Krakatau Steel di Persimpangan

Sebagai mitra lokal dengan kepemilikan saham 14 persen, PT Krakatau Steel Tbk berada di posisi strategis sekaligus dilematis. Joint venture yang diharapkan menjadi simbol kolaborasi industri global kini menghadapi realitas bisnis yang tidak mudah.

Kondisi ini menegaskan bahwa tantangan industri baja nasional tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga struktural: mulai dari daya saing, efisiensi produksi, hingga ketergantungan pada proyek pemerintah.

Alarm bagi Kebijakan Industrialisasi

Penutupan PT Krakatau Osaka Steel seharusnya menjadi alarm bagi arah kebijakan industrialisasi nasional. Jika industri strategis hanya bergerak ketika proyek negara berjalan, maka yang terjadi bukan industrialisasi yang kokoh, melainkan industrialisasi yang rapuh.

Hengkangnya Osaka Steel dari Cilegon menjadi pengingat bahwa penguatan industri nasional tidak cukup dengan retorika, tetapi membutuhkan strategi jangka panjang yang mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan.

(TM)

Disclaimer:

Artikel ini disusun berdasarkan informasi dari sumber terbuka dan laporan media industri. Data dapat berubah sesuai perkembangan dan klarifikasi resmi pihak terkait.