Tanjakan Horor JLS Cilegon Kembali Ancam Pengendara, Truk dan Trailer Kerap Mundur, Rawan Laka Lantas

92

IMG 20260125 WA0022

BIDIK BANTEN I CILEGON – Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kembali menjadi sorotan. Tanjakan di ruas arah Mancak–Anyar dikenal sebagai titik rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat seperti truk, damtrek, dan trailer yang kerap tidak kuat menanjak.

Kejadian terbaru terjadi ketika sebuah kendaraan berat dilaporkan mogok di tanjakan JLS menuju Batu Kuda. Kondisi ini memicu potensi bahaya, sebab kendaraan berat yang gagal menanjak sering kali mundur secara tiba-tiba dan mengancam kendaraan di belakangnya.

“Kalau sudah mundur, bahaya banget. Apalagi kalau di belakangnya motor atau mobil kecil,” ujar salah satu pengendara.

Di jalur ini, kendaraan bermuatan puluhan ton melintas setiap hari. Truk dengan beban 20 hingga 50 ton menjadi yang paling rentan mengalami masalah saat menanjak, terutama ketika kondisi mesin tidak optimal atau jalan licin.

Akibatnya, tanjakan JLS Cilegon kerap disebut warga sebagai “tanjakan horor” karena sering memicu insiden lalu lintas. Pengendara roda dua menjadi kelompok paling rentan karena berada di jalur langsung kendaraan berat yang mundur.

Warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi keselamatan jalan, mulai dari pemasangan rambu peringatan, pembatasan muatan kendaraan, hingga penataan ulang desain jalan di titik rawan kecelakaan.

Pengendara yang melintas di jalur tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman, terutama saat berada di belakang kendaraan berat. (GUS)