Krakatau Steel Bangkit, Warga Cilegon: Produksi Jalan, Ekonomi Hidup Lagi

590

Pekerja Krakatau Steel memproses baja di Hot Strip Mill Cilegon, menunjukkan aktivitas pabrik yang bangkit

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) tengah menapaki babak baru restrukturisasi keuangan. Suntikan dana segar senilai Rp4,9 triliun dari Danantara Asset Management difokuskan untuk memperkuat modal kerja pabrik dan mendukung program pengunduran diri sukarela karyawan melalui Golden Handshake. Langkah ini sekaligus memperkuat stabilitas Dana Pensiun dan menjaga keberlangsungan industri baja nasional.

“Kalau pabrik jalan lagi, banyak pekerja tetap bisa bekerja, dagangan di sekitar pabrik juga lancar,” kata Slamet, pedagang di sekitar pabrik. Suara warga ini menegaskan manfaat nyata suntikan dana bagi ekonomi lokal.

Beberapa pihak menyoroti potensi risiko pemberian suntikan dana jika tidak disertai audit dan perbaikan tata kelola perusahaan. Meski demikian, manajemen KS menegaskan bahwa restrukturisasi berjalan bersamaan dengan audit internal dan program efisiensi, memastikan dana dimanfaatkan secara optimal. “Suntikan dana ini bukan sekadar menutup utang lama, tapi untuk menjaga kelangsungan operasional pabrik dan kesejahteraan karyawan,” jelas juru bicara KS.

Beberapa warga juga memberi catatan kritis. Rina, warga Cilegon, menambahkan, “Suntikan dana bagus, tapi semoga manajemen juga bener-bener berbenah, jangan cuma formalitas.”

Selain itu, restrukturisasi modal kerja senilai Rp4,18 triliun dialokasikan untuk pembelian bahan baku pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolled Mill (CRM), dan pabrik pipa. Sementara Rp752,8 miliar digunakan untuk mendukung Program Pengunduran Diri Sukarela (Golden Handshake) serta penyehatan Dana Pensiun melalui mekanisme Lump Sum Window dengan tenor minimal enam tahun.

Karyawan yang terdampak program ini memiliki pilihan sukarela untuk keluar dengan kompensasi yang adil, sehingga tidak menimbulkan PHK paksa. Program ini memastikan perusahaan tetap sehat secara finansial sekaligus memperhatikan kepentingan tenaga kerja.

“Produksi baja jalan, kontraktor lokal tetap dapat proyek, ekonomi di sekitar pabrik ikut hidup lagi,” ujar Pak Hadi, Ketua RT setempat. Fakta ini menegaskan dampak sosial-ekonomi langsung dari langkah KS.

Dengan langkah ini, KS berharap dapat menjaga keberlangsungan industri baja nasional, memperbaiki tata kelola internal, dan membuktikan bahwa perusahaan plat merah di Cilegon ini mampu bangkit dari krisis. Suntikan dana bukan sekadar angka, tetapi bagian dari strategi panjang untuk stabilitas industri, ekonomi lokal, dan kesejahteraan pekerja. (*/Win)