Tak Dihadiri Pejabat, Sehu Badar Jalali: Duduk Bareng Anak Yatim Lebih Bernilai

495

IMG 20250706 WA0058

CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Tak ada pejabat yang hadir. Tapi justru di sanalah letak berkahnya. Peringatan 10 Muharram 1447 Hijriyah yang digelar Majelis Badar Jalali di markas pusatnya, Kota Cilegon, berlangsung khidmat dan menyentuh, meski tanpa kehadiran para umaro yang sedianya diundang.

Di hadapan ratusan jamaah, termasuk 160 anak yatim dan lansia, Sehu Nur Bagus Jaya, pembina Majelis Badar Jalali, menyampaikan pesan tajam namun penuh kelembutan. Ia menegaskan bahwa keberkahan suatu acara tidak ditentukan oleh hadir atau tidaknya pejabat, melainkan oleh siapa yang duduk, berdoa, dan berkeringat di dalamnya.

 “Ya itulah umaro kita, mungkin karena kesibukan. Tapi jangan kecil hati. Duduk kita bareng anak-anak yatim jauh lebih bernilai di sisi Allah,” ujar Sehu, disambut gumaman haru dari hadirin.

Acara yang diisi dengan dzikir bersama, santunan yatim, dan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi penanda bahwa nilai sejati dari peringatan Asyura bukan sekadar seremoni. Tapi tentang menyalakan cinta, menebar doa, dan merawat nurani.

 “Apa yang kita keluarkan hari ini, lelah kita, keringat kita, Insya Allah jadi lembur penghapus dosa. Jangan lihat acaranya sederhana, tapi lihat getaran niatnya,” ucap Sehu, menegaskan makna spiritual di balik kerja-kerja panitia.

Salah satu bentuk perhatian konkret terhadap jamaah juga ditunjukkan melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari RSUD Cilegon, yang membuka posko layanan medis di lokasi acara. Warga, termasuk anak-anak yatim dan para lansia, tampak antusias memanfaatkan layanan tersebut.

Acara ditutup secara resmi oleh Abah Deni Ridwan Khoir, Ketua Lembaga Majelis Badar Jalali, yang menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah ikut ambil bagian, baik secara langsung maupun di balik layar.

 “Kita mungkin tidak bisa membalas satu per satu. Tapi yakinlah, Allah yang akan membalas dengan cara-Nya sendiri,” pungkas Sehu, menutup dengan harapan agar majelis ini menjadi washilah bagi cinta Rasul dan keberkahan hidup.