BIDIK BANTEN I CILEGON – Pagi itu, suasana taman Kecamatan Purwakarta tampak seperti biasa. Sejumlah warga memanfaatkan ruang terbuka tersebut untuk olahraga dan aktivitas ringan. Di antara mereka, terlihat seorang pria dengan sapu di tangan, membersihkan area taman tanpa banyak bicara. Dialah Saefu Rohman, yang akrab disapa Kang Oman.
Aksi sederhana itu bukan sekadar simbolik. Bagi warga, sikap Kang Oman mencerminkan karakter yang selama ini mereka kenal: sosok yang tidak canggung turun langsung ke lapangan, dekat dengan masyarakat, dan peduli pada lingkungan.
Saat ini, Saefu Rohman dikenal sebagai salah satu penggerak pembangunan di Kecamatan Purwakarta. Perannya tidak hanya terlihat dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam upaya menghidupkan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan.
“Kang Oman itu bukan tipe yang cuma bicara. Kalau ada kegiatan lingkungan, beliau sering ikut terjun langsung,” ujar salah satu warga Purwakarta.
Warga lain menilai Kang Oman sebagai figur yang mudah diajak komunikasi dan tidak berjarak dengan masyarakat.
“Kalau ada masalah lingkungan atau kegiatan warga, beliau cepat merespons. Orangnya sederhana, gampang diajak diskusi,” kata warga lainnya.
Testimoni lain datang dari kalangan pemuda yang merasakan langsung peran Kang Oman dalam pembinaan olahraga.
“Beliau peduli sama anak-anak muda. Klub sepak bola di sini bisa jalan karena ada dukungan dari beliau,” ungkap seorang pemuda setempat.
Sebelumnya, Saefu Rohman pernah menjabat sebagai Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Purwakarta. Dari peran itulah, kiprahnya mulai dikenal luas. Ia dikenal mampu merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh lingkungan, pemuda, hingga komunitas warga.

Tak hanya aktif di bidang sosial, Kang Oman juga konsisten membina klub sepak bola remaja dan dewasa di wilayah Purwakarta. Baginya, olahraga bukan sekadar prestasi, tetapi sarana membangun karakter, disiplin, dan solidaritas sosial.
Kesetiakawanan sosial yang dimiliki Saefu Rohman membuatnya mendapat kepercayaan luas dari masyarakat. Kepeduliannya terhadap lingkungan, kerja bakti, serta penguatan peran komunitas menjadikannya figur yang dianggap sebagai motor penggerak pembangunan di tingkat akar rumput.
Di tengah realitas sosial yang sering dipenuhi jargon dan seremoni, kehadiran Kang Oman menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu lahir dari jabatan besar, tetapi dari tindakan nyata dan konsistensi dalam melayani masyarakat.


































