Bukan Sekadar Turnamen, Catur Banten Mulai Serius Bidik Prestasi Nasional

101

IMG 20260124 WA0037

BIDIK BANTEN I CILEGON– Di balik gemeretak bidak catur di Situ Rawa Arum, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, tersimpan ambisi yang lebih besar: menjadikan Banten sebagai kekuatan baru catur nasional. Turnamen catur beregu yang digelar di lokasi tersebut bukan sekadar ajang kumpul pecatur, melainkan bagian dari strategi mencari bibit unggul menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 yang akan ditaja Provinsi Banten.

Acara yang mengusung tema “Gapura Banten dan Perkasa 2026” itu dihadiri Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah bersama istrinya, Irna Narulita. Kehadiran pimpinan daerah memberi pesan kuat bahwa olahraga catur mulai dipandang bukan lagi sekadar hobi, melainkan investasi prestasi.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa olahraga catur memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan daya pikir generasi muda.

“Catur melatih strategi, kesabaran, dan ketangguhan mental. Jika pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan, Banten tidak hanya menjadi tuan rumah Kejurnas, tetapi juga melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Dimyati.

IMG 20260124 WA0038

Namun, tantangan terbesar bukan pada seremoni, melainkan konsistensi pembinaan. Tanpa sistem yang kuat, turnamen berpotensi hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak nyata bagi prestasi.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon, Hasan Saidan, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap olahraga catur sangat tinggi. Turnamen ini diikuti sekitar 130 peserta yang terdiri dari kelompok junior dan senior.

“Peserta junior sekitar 20–30 orang, sementara senior hampir 100 orang. Jika tidak dibatasi, jumlahnya bisa lebih banyak,” kata Hasan Saidan.

IMG 20260124 WA0036

Menurutnya, turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi komunitas pecatur sekaligus memperkuat organisasi percaturan di daerah.

“Ini momen untuk memperkuat ikatan antarpecatur dan meningkatkan kualitas atlet, baik junior maupun senior, dalam menghadapi Popda dan kejuaraan tingkat provinsi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan atlet akan terus dilanjutkan melalui program lanjutan yang direncanakan mulai bulan depan. Dukungan dari pemerintah dan industri menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan.

“Perhatian pemerintah daerah cukup besar. Tapi ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya dukungan simbolik, melainkan program yang terstruktur dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam turnamen tersebut, panitia menyiapkan total hadiah sekitar Rp6 juta bagi para pemenang. Meski nilainya tidak besar, turnamen ini menjadi indikator bahwa catur di Banten mulai bergerak dari sekadar hobi menjadi arena pembinaan prestasi.

Harapannya, Cilegon dan Provinsi Banten tidak hanya ramai oleh turnamen, tetapi juga mampu melahirkan atlet catur yang benar-benar mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.