CILEGON | BIDIKBANTEN.COM – Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kota Cilegon kembali menjadi sorotan. Bukan karena percepatan, melainkan karena lamanya antrean bantuan yang membuat warga harus menunggu hingga satu tahun, bahkan rumahnya keburu ambruk sebelum bantuan turun.
.Sorotan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Gerindra, H. Sokhidin, SH. Ia menilai proses penyaluran bantuan rutilahu masih berjalan lambat dan tidak sebanding dengan kondisi darurat yang dialami masyarakat.
Menurut Sokhidin, hasil penelusuran di lapangan menemukan banyak keluhan warga terkait daftar tunggu bantuan yang dinilai terlalu panjang. Padahal, kondisi rumah warga yang diajukan sebagian besar sudah masuk kategori rawan.
“Kalau genteng sudah bocor, air dan angin masuk ke dalam rumah, masa masyarakat disuruh menunggu sampai setahun?” ujar Sokhidin, Selasa (20/1/2026).
Ia menyebut, keterlambatan realisasi bantuan bukan hanya berdampak pada kerusakan fisik rumah, tetapi juga memicu menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Bahkan, ada warga yang sudah masuk daftar penerima bantuan, namun rumahnya lebih dulu roboh sebelum program rutilahu direalisasikan.
“Sudah terdata, sudah menunggu, tapi rumahnya malah keburu ambruk. Ini fakta di lapangan,” tegasnya.
Selain menyoroti lambatnya proses, Sokhidin juga mengkritisi pola seremonial dalam peresmian bantuan rutilahu. Ia menilai, kegiatan simbolik tersebut kerap dibingkai sebagai keberhasilan kepala daerah, padahal anggarannya berasal dari program yang sudah ditetapkan sebelumnya.
“Prosesnya lama, antreannya lama. Tapi saat peresmian dibuat seolah-olah itu prestasi kepala daerah. Padahal ini program rutin, bukan hadiah,” katanya.
Ia pun mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk segera melakukan evaluasi, khususnya dalam mempercepat proses administrasi dan memangkas birokrasi yang dinilai berbelit-belit.
“Kami berharap pemerintah mempercepat proses persyaratan dan penyaluran bantuan rutilahu, supaya masyarakat benar-benar terbantu, bukan hanya kebagian seremoni,” pungkas Sokhidin. (*/Day)






























