Pemkot Cilegon Janjikan Perawatan Sungai Berkala, Warga Harap Banjir Tak Terulang

2

images 2

CILEGON  I BIDIK BANTEN.COM –  – Pemerintah Kota Cilegon kembali menyampaikan rencana perawatan dan normalisasi sungai secara berkala pada tahun 2026, di tengah banjir yang masih melanda sejumlah wilayah permukiman warga hingga fasilitas publik, termasuk lingkungan sekolah.

Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan bahwa Pemkot saat ini tengah mendata seluruh titik aliran sungai yang berpotensi menjadi penyebab banjir. Pada tahun ini, sejumlah sungai yang sebelumnya telah dilakukan normalisasi akan kembali dirawat secara berkala, termasuk pengangkatan sedimentasi, tanpa harus menunggu terjadinya banjir.

Selain sungai, Robinsar juga menyebutkan bahwa perawatan akan dilakukan pada saluran drainase yang kerap mengalami penyumbatan, khususnya di kawasan padat penduduk.

Namun di lapangan, banjir yang terjadi pada awal Januari 2026 masih dirasakan warga di berbagai wilayah. Genangan air tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga berdampak pada fasilitas umum dan lingkungan pendidikan.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah SD Negeri Masigit 1 di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang. Banjir dilaporkan merendam halaman hingga teras sekolah, sehingga aktivitas belajar mengajar para siswa terganggu.

Seorang orang tua murid SDN Masigit 1 mengatakan, genangan air yang cukup parah membuat anak-anak kesulitan beraktivitas di sekolah.

“Kemarin itu parah, halaman sama teras sekolah terendam. Anak-anak jadi susah masuk kelas, belajarnya juga tidak maksimal,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga di wilayah lain. Sejumlah warga mengaku banjir kerap berulang setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, akibat luapan sungai dan drainase yang tidak mampu menampung debit air. Bahkan di beberapa titik, arus air dilaporkan cukup deras dan membahayakan keselamatan warga.

“Kalau hujan lama, air cepat naik. Biasanya surut, tapi keburu masuk ke rumah,” kata salah seorang warga terdampak.

Warga berharap, pendataan titik rawan banjir yang dilakukan pemerintah dapat segera diikuti dengan tindakan nyata dan berkelanjutan di lapangan. Menurut mereka, perawatan sungai dan drainase yang dilakukan secara rutin menjadi kunci agar banjir tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

Masyarakat menilai, banjir yang berdampak hingga ke sekolah dan fasilitas publik seharusnya menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh warga dan anak-anak yang seharusnya dapat belajar dengan aman dan nyaman. (*/Gus)