KS di Titik Sulit, Suara Warga Cilegon: Selamatkan, Tapi Benahi

405

IMG 20251225 WA0006

[CILEGON] | BIDIKBANTEN.COM – Krisis yang membelit PT KS tak hanya menjadi urusan meja rapat dan laporan keuangan. Di Cilegon, denyut kekhawatiran itu terasa hingga ke warung kopi, lingkungan buruh, dan perkampungan warga yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan industri baja nasional tersebut.

Bagi sebagian warga, PT KS adalah aset strategis negara yang keberadaannya sangat menentukan denyut ekonomi lokal. Karena itu, krisis yang terjadi hari ini dinilai tak bisa disikapi dengan pendekatan hitam-putih.

“Kalau KS sampai ambruk, dampaknya bukan cuma ke pegawai. Yang kecil-kecil di sekitar sini juga bisa ikut tumbang,” ujar Asep (45), warga Kecamatan Citangkil, Rabu (24/12/2025).

Namun dukungan tersebut tidak datang tanpa catatan. Sebagian warga justru menilai krisis ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh, bukan sekadar penyelamatan instan.

“KS itu milik negara, tapi jangan juga merasa kebal kritik. Warga sudah lama berharap pengelolaan yang lebih rapi dan berpihak,” kata Rina (32), warga Ciwandan, dengan nada sedikit menyindir.

Pandangan ini menunjukkan bahwa publik Cilegon tidak sedang membela secara membabi buta. Harapan warga sederhana: PT KS diselamatkan, tetapi juga dibenahi secara serius, terutama dalam tata kelola, transparansi, dan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Kekhawatiran warga juga menyentuh peran negara. Sebagai BUMN strategis, PT KS dinilai tak boleh dibiarkan limbung tanpa arah kebijakan yang jelas.

“Jangan sampai KS jadi korban tarik-menarik kepentingan elite. Yang di bawah ini selalu cuma kebagian efeknya,” ujar Ujang (51), warga Pulomerak.

Harapan warga ini menjadi pengingat bahwa dukungan publik bukanlah cek kosong. Ada kepercayaan yang disertai tuntutan perubahan. Jika negara benar-benar ingin menyelamatkan PT KS, publik berharap langkah tersebut dibarengi pembenahan nyata, bukan sekadar tambal sulam.

(*/Dam)